Suporter PSS Meninggal Dunia akibat Hasutan di Instagram & WhatsApp

Dua tersangka pelemparan batu yang menewaskan suporter PSS Sleman sudah diringkus dan kini ditahan di Mapolres Sleman, Jumat (25/1/2019). - Harian Jogja - Yogi Anugrah
25 Januari 2019 16:55 WIB Yogi Anugrah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penyerangan terhadap suporter yang hendak pulang selepas menonton laga PSS Sleman melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (19/1/2019) digalang lewat medsos. Beberapa akun menghasut warganet agar mengadang suporter.

Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan polisi mengungkap kasus pelemparan batu yang menewaskan satu suporter PSS Sleman asal Klaten melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis medsos.

“Kami menemukan ada ajakan untuk mengadang penonton [pertandingan PSS Sleman melawan Persis Solo] melalui grup Instagram dan WhatsApp, dari situ peristiwa ini bisa terungkap,” kata dia dalam konferensi pers di Mapolres Sleman, Jumat (25/1/2019.

Polres Sleman menetapkan dua tersangka pelemparan batu yang menewaskan salah seorang suporter PSS Sleman asal Klaten, Muhammad Asadulloh Alkhoiri. Kedua tersangka itu adalah RC, 18, warga Baturetno, Banguntapan, Bantul dan DN, 18, warga Plumbon, Banguntapan, Bantul.

Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi mengatakan RC diringkus di rumahnya, sedangkan DN ditangkap di sekolahnya. “Kami menyita barang bukti batu yang digunakan, kendaraan dan helm yang dipakai, dan pakaian yang dikenakan pada saat kejadian,” ujar dia.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan RC dan DN adalah suporter fanatik PSIM. “Pelaku merupakan anggota kelompok simpatisan PSIM grup by paz [di Twitter terdapat akun Brajamustibypaz yang hingga Jumat sore kemarin punya 907 pengikut],” kata AKBP Rizky.

Para perusuh rupanya menyisir (sweeping) suporter dari daerah Prambanan hingga sekitar Bandara Adisutjipto, Sleman, setelah pertandingan tersebut.

 “Dari keterangan pelaku, mereka mengincar suporter Solo. Batu yang digunakan untuk melempar diambil dari sekitar TKP. RC merupakan eksekutor dan DN merupakan jokinya.”

Muhammad Asadulloh Alkhoiri meninggal dunia karena luka akibat lemparan batu setelah dia menonton pertandingan PSS Sleman melawan Persis Solo pada Sabtu akhir pekan lalu. Dia ditimpuk saat melewati Jl. Solo di Kalasan, ketika hendak pulang ke Klaten.

Setelah peristiwa tersebut, Tim Progo Sakti Polres Sleman dan Ditreskrimum Polda DIY langsung menggelar penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan mengambil keterangan saksi.

“Tiga hari setelah peristiwa itu, kami berhasil menangkap pelaku,” ucap AKBP Rizky.

*Berita ini telah diperbarui pada Jumat (25/1/2019) pukul 18:50 WIB dengan menambahkan detail ihwal akun Twitter agar lebih dalam dan akurat.