Sebelum Pesawat Jatuh, Emiliano Sala Sudah Tahu Bakal Celaka

Solidaritas terhadap hilangnya Emiliano Sala digelar di Nantes, Prancis, Rabu (23/1/2019). - Reuters/Stephane Mahe
24 Januari 2019 16:30 WIB Budi Cahyana & Hanifah Kusumatuti Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Emiliano Sala, striker 28 tahun asal Argentina yang baru saja memecahkan rekor transfer Cardiff City sampai sekarang belum ditemukan setelah pesawat yang ditumpanginya hilang di perairan Kepulauan Channel, Senin (21/1/2019) malam waktu Prancis. Sebelum pesawat yang membawanya terbang dari Nantes ke Cardiff jatuh, Sala sudah tahu  bakal celaka.

Pesawat kecil jenis Piper Malibu itu hilang dari radar saat terbang di ketinggian 2.300 kaki. Menurut Diogo Rolan, striker Leganes asal Uruguay, Sala sempat mengirimkan pesan suara kepada temannya di Argentina lewat handphone-nya sebelum pesawat itu jatuh.

"Dia bilang ke temannya bahwa dia sangat ketakutan agar jika dia akhirnya hilang, kita tahu apa yang terjadi. Apa yang dia takutkan ternyata menjadi kenyataan," ujar Rolan kepada Radio 1010 AM sebagaimana dikutup goal.com.

Media Argentina Ole telah merilis rekaman yang mereka klaim sebagai pesan suara WhatsApp yang dikirimkan oleh Sala. "Halo bro, apa kabarmu? Bro, saya sangat lelah karena harus menyelesaikan banyak hal di Nantes, melakukan ini itu dan tetek bengek lainnya dan pekerjaan itu seperti tak ada habisnya, benar-benar tidak ada habisnya."

Itu adalah rekaman pertama yang dikirimkan Sala. Tak lama berselang, dia mengirimkan pesan lagi. Kali ini, dia berkata, "Saya sudah ada di pesawat yang sepertinya akan jatuh. Benar-benar gila. Saya akan ke Cardiff karena besok sore saya sudah harus berlatih bersama tim baru."

Sala kembali mengirimkan pesan, kali ini dia lebih cemas.

"Apa kabar kalian? Jika kalian tidak mendengar kabar dari saya dalam satu jam ke depan, mungkin mereka harus mengirimkan orang untuk mencari saya. Saya benar-benar takut!"

Ayah Sala, Horacio, memastikan suara dalam pesan tersebut milik putranya. 

Sementara, Chief Officer Channel Islands Air Search, John Fitzgerald, menyatakan tidak berharap banyak bisa menemukan pesawat yang hilang kontak di Kepulauan Channel. Sampai sekarang, pesawat yang mengangkut dua orang, yaknipilot dan Sala belum juga ditemukan.

"Kami berusaha mencari beberapa hal dan kami tidak banyak harapan menemukannya. Jika ada yang bisa dilihat, seharusnya sudah kami temukan sejak malam pertama pencarian karena kondisi cuaca saat itu bagus," jelas Fitzgerald, seperti dilansir Reuters, Rabu (23/1/2019).

Badan Investigasi Penerbangan Inggris ikut menginvestigasi hilangnya pesawat aircraft ini. Pesawat tersebut awalnya dalam kontrol. Namun, mulai hilang dari radar saat berada di ketinggian 2.300 kaki alias 600 meter dari permukaan.

Fans Cardiff berbondong-bondong mengungkapkan rasa duka mereka. Begitu juga dengan suporter Nantes di Prancis. Mereka menebarkan bunga berwarna kuning dan syal Nantes di pusat kota Nantes sebagai bentuk ungkapan berkabung atas menghilangnya Sala. "Tidak ada peluang [menemukan]. Anda harus benar-benar bisa bertahan selama empat hingga lima jam di air," ujar Fitzgerald.

Chairman Cardiff, Mehmet Dalma, mengatakan klub sebenarnya sudah menawari Sala tiket pesawat kormersil untukmembawanya dari Nantes ke Cardiff. Namun, hal itu ditolak Sala dan pemain memilih menggunakan pesawat carter. 

Menurut laporan The Grimbsby Telegraph, pilot pesawat yang ditumbangi Sala bernama David Ibbostson. Dia berasal dari Lincolnshire, Inggris. David disewa Sala untuk membawanya terbang dari Nantes ke Cardiff setelah dia menggelar pesta perpisahan dengan teman-temannya di Nantes.