Advertisement

Pelaku Rasialisme terhadap Son Heung Min Terancam Hukuman Seumur Hidup

Arief Junianto
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 03:57 WIB
Arief Junianto
Pelaku Rasialisme terhadap Son Heung Min Terancam Hukuman Seumur Hidup Son Heung Min. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Chelsea memastikan akan menindak tegas pelaku dugaan serangan rasial terhadap penyerang Tottenham Hotspur asal Korea Selatan, Son Heung-min, tulis pernyataan klub.

Tim yang bermarkas di London itu menyatakan bahwa mereka saat ini tengah melakukan penyelidikan atas dugaan insiden yang terjadi dalam laga Liga Premier Inggris kontra Tottenham di Stamford Bridge, Minggu (14/8/2022).

"Chelsea menganggap segala bentuk perilaku diskriminatif benar-benar tidak pantas. Hal semacam itu tidak memiliki tempat di Chelsea maupun di komunitas mana pun," tulis Chelsea dalam pernyataan resmi mereka.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Tindakan yang diduga terjadi itu disebut Chelsea justru mempermalukan klub dan segenap anggota skuat, serta suporter sejati The Blues. "Chelsea FC tidak menoleransi perilaku diskriminatif, tetapi masih ada orang seperti ini yang mengaku sebagai 'penggemar', yang mempermalukan Chelsea FC, pelatih kami, pemain, staf dan pendukung sejati kami," tulis Chelsea dalam pernyataan yang sama.

BACA JUGA: Manajemen Persib Tunjuk Luis Milla, Budiman Mengaku Pasrah Soal Nasibnya

Ini bukan kali pertama Chelsea mendapati suporter mereka terbelit insiden aksi serangan rasial terhadap pemain lawan. Pada Juli 2019 Chelsea menjatuhkan sanksi larangan memasuki Stamford Bridge seumur hidup bagi seorang suporter mereka yang terbukti melakukan serangan rasial terhadap Raheem Sterling dalam pertandingan melawan Manchester City medio Desember 2018.

Sterling kini justru hijrah ke Stamford Bridge dan membela Chelsea sejak musim panas ini. Sebelumnya, pada 2015 Chelsea juga melarang lima orang suporter mereka menyaksikan pertandingan seumur hidup karena terbukti melakukan tindakan serangan rasial kepada seorang pria bernama Souleymane Sylla dan mendorong yang bersangkutan keluar dari gebrong Paris Metro di ibu kota Prancis jelang pertandingan Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 16 Februari 2015.

Insiden dugaan serangan rasial terhadap Son, menambah deretan kontroversi pertandingan Chelsea vs Tottenham yang berakhir imbang 2-2 pada Minggu. Manajer Chelsea Thomas Tuchel dan manajer Tottenham Antonio Conte sempat terlibat cekcok kecil di tengah laga.

Cekcok dipantik selebrasi meluap-luap yang dilakukan Conte atas gol pertama Tottenham yang dicetak Pierre-Emile Hojbjerg. Tak berhenti sampai di situ, kedua pelatih juga kembali terlibat cekcok setelah peluit bubaran.

Advertisement

Tuchel menahan Conte setelah jabat tangan yang berakhir dengan perang mulut serta aksi saling dorong pemain serta pelatih kedua tim, hingga memaksa wasit Anthony Taylor menghadiahkan kartu merah kepada kedua pelatih. Chelsea saat ini menempati urutan ketujuh klasemen sementara Liga Inggris dengan koleksi empat poin dan dijadwalkan melawat ke Elland Road menghadapi Leeds United pada Minggu (21/8/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Logo Honda Kembali Dipasang di Mobil F1 Tim Red Bull

Olahraga
| Rabu, 05 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement