Bentrok Suporter Klub DIY di Dekat UIN, Polisi Tangkap 2 Orang

Sejumlah polisi berjaga di sekitar lokasi bentrokan suporter di Jalan Laksda Adisutjipto, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Rabu (1/12/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
01 Desember 2021 18:47 WIB Lugas Subarkah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Polisi menangkap dua orang menyusul bentrok antarsuporter yang melibatkan warga di Jalan Laksda Adisutjipto, timur UIN Sunan Kalijaga, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (1/12/2021).

Kapolres Sleman, AKBP Tri Wachyu Budi Sulistiyo, mengatakan keributan melibatkan warga dengan sekelompok suporter. “Sudah bisa kami lerai dan kendalikan. Situasi sudah normal kembali,” katanya.

BACA JUGA: PSIM Lolos 8 Besar, Seto Ucapkan Terima Kasih kepada Kaesang Bos Persis

Ia mengungkapkan kedua pihak memang sudah memiliki sejarah permusuhan. Kelompok suporter yang konvoi, kata dia, sebenarnya ada kegiatan di Stadion Mandala Krida. "Mungkin mereka mau kembali ke rumah, tapi muter-muter dulu," ungkapnya.

Sebanyak dua orang ditangkap dalam kejadian ini. Polisi juga menemukan senjata tajam yang belum diketahui pemiliknya. Kemudian dua motor rusak.

Kondisi cukup mencekam dengan penjagaan polisi di jalan Laksda Adisutjipto, tepatnya di sekitar jembatan Kali Gajahwong, sekira pukul 16.00 WIB, meski lalu lintas telah lancar. Satu jam sebelumnya, bentrokan terjadi di lokasi tersebut.

Salah satu warga yang menyaksikan bentrokan, Kokoh, menjelaskan kejadian ini merupakan kelanjutan dari kericuhan yang berlangsung pada Selasa (30/11/2021) malam sekitar pukul 21.30 WIB. “Dari kelompok suporter ada yang jatuh, dikeroyok," ujarnya.

Pada malam itu kelompok suporter PSIM melakukan konvoi dan melewati Jalan Laksda Adisutjipto. Pengeroyok, kata Kokoh, adalah gabungan warga maupun kelompok suporter PSS yang berbasis di wilayah tersebut. Kericuhan malam itu diredam setelah polisi datang.

Ia mengungkapkan bukan kali ini saja kelompok suporter konvoi di wilayah memicu bentrok dengan kelompok suporter lain yang berbasis di wilayah itu. "Kan di situ basisnya [suporter] PSS. Antara setelah jembatan sampai Amplaz [Ambarukmo Plaza]," ungkapnya.

Setelah Selasa malam itu, kelompok suporter yang sama kembali konvoi di lokasi yang sama. Kokoh menyebut konvoi tersebut melibatkan cukup banyak orang, hingga memenuhi sepanjang jalan dari jembatan hingga simpang tiga UIN Sunan Kalijaga.

Ia menceritakan rombongan ini datang sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung terjadi bentrok. "Warga sini rumahnya dibandemi ya ra trimo. Sampai nutup jalan, orang udah ga berani jalan daripada kena botol. Karena mereka bawanya botol. Rata-rata gir, kayu, botol," ungkapnya.

Kokoh mengatakan beberapa warga juga berbekal senjata tajam. Bentrokan mulai mereda pukul 15.00 WIB dan berakhir sekira pukul 15.30 WIB. Ia menyesalkan tawuran tersebut karena membuat pedagang di sekitar lokasi, termasuk dirinya, takut dan harus tutup.