Mengintip Lapak Cukur Pemain Bintang Sepak Bola

Pemain PSS Sleman, Aaron Evans (kiri) berfoto bersama hair artist di The Barber Brown, usai mencukur rambutnya, beberapa waktu lalu. - ist.
24 November 2021 10:17 WIB Lugas Subarkah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Berada di deretan rumah toko jalan Bougenville, Karanggayam, Kalurahan Caturtunggal, kapanewon Depok, Sleman, The Barber Brown menjadi tempat cukur langganan banyak pemain top sepak bola Indonesia. Mulai dari Cristian Gonzales hingga Bruno Moreira pernah cukur di tempat ini. Berikut laporan reporter Harian Jogja, Lugas Subarkah.

Tempat pangkas rambut itu tampak kecil dari luar. Dengan lebar hanya sekira tiga meter saja dan parkiran seadanya, bahkan nyaris tak terlihat oleh pengguna jalan. Namun, sejak pertama kali dibuka pada 2017 silam, sudah tak terhitung berapa banyak pemain sepak bola Indonesia, terutama pemain asing, yang mampir ke The Barber Brown.

Memasuki The Barber Brown, disuguhkan dengan suasana ruangan yang didominasi warna coklat. Ada sebanyak lima kursi cukur yang menghadap ke cermin dan satu kursi untuk keramas di sudut ruangan. Deretan pomade termasuk pomade produksi sendiri, Brown Pomade berjejer di sekitar cermin cukur dan di lemari kaca.

BACA JUGA : Keputusan Penonton Boleh Masuk Stadion Masih Menunggu

Tidak hanya mendapat layanan cukur, di The Barber Brown pelanggan juga akan mendapatkan segelas coklat hangat setelah dicukur. Hal ini merupakan penguatan karakter The Barber Brown, yang sesuai namanya, sebagai tempat cukur yang benar-benar bernuansa coklat.

Pemilik The Barber Brown, Oben Tabela Usop, menjelaskan idenya membuat tempat cukur dengan nuansa coklat karena memang berangkat dari kegemarannya pada coklat. Lelaki 27 tahun asal pulau Borneo ini bercerita, selain gemar cokelat, ia juga mencintai sepak bola lokal. Ia mulai mengenalkan The Barber Shop kepada pemain bola pada 2018 silam.

Pemain bola yang pertama ia layani adalah striker PSS Sleman kala itu, Cristian Gonzales. Ia mengungkapkan awal mula perkenalannya dengan pemain asal Uruguay tersebut ketika Oben yang telah mengenal istri Cristian Gonzales, Eva Nurida Siregar, menawarkan layanan hair cut untuk suaminya di rumah atau home service.

Setelah layanan pertama tersebut, Gonzales sering menelponnya untuk mencukur rambut. “Awal mula Gonzales yang sering menelfon kami, haircut dia sebelum pertandingan. Setelah itu berlanjut dengan pemain PSS yang lain. Mereka upload di instastory, lama-lama pemain yang lain ikut. Pemain liga satu mampir kesini, besok pertandingan, hari ini cukur,” ujarnya, Kamis (12/11).

Sejak itu, mulai banyak pemain bola yang mampir ke The Barber Brown untuk mencukur rambut, mulai dari pemain Liga Satu sampai Liga Tiga. “Kayak pemain dari Borneo FC, Persikabo, Persib bandung, persija Jakarta biasanya home service, terus PSM Makassar, Madura United. Karena musim Liga Satu di sini untuk seri kedua, maka mereka potong rambut di sini,” katanya.

Selain sebelum pertandingan, para pemain juga menggunakan jasanya sebelum sesi foto klub. Tidak hanya pemain, pelatih pun juga banyak yang mempercayakan gaya rambutnya pada The Barber Brown, salah satunya pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic. Pelatih Borneo FC, Arema FC dan lainnya pun juga tak mau ketinggalan.

Dari sederetan pemain dan pelatih yang menggunakan jasa The Barber Brown, Oben mendapatkan respon yang memuaskan dengan hasil kerjanya. Hal ini tak lepas dari ketelitian para hair artist di The Barber Brown dalam mengeksekusi rambut pelanggannya. Mereka tidak saja memberi pilihan gaya rambut, namun juga menyesuaikan dengan tekstur wajah.

“Misal kalau orangnya agak gendutan, jadi di bagian tertentu tidak terlalu tipis. Jadi untuk pemain bola itu kami paskan maunya kayak gimana, bentuk wajahnya, terus gaya style-nya. kami juga memberi saran bagusnya potongnya seperti apa. Kadang mereka datang maunya rapi aja. Kami sarankan model yang kayak gini bagus,” ungkapnya.

Pemain terakhir yang mampir ke The Barber Brown adalah Ciro Alves, penyerang Tira Persikabo, pada Kamis (12/11) siang. Pemain 32 tahun tersebut bahkan memberikan jersey-nya kepada Oben sebagai apresiasi kepada The Barber Brown. Berkat banyaknya pemain bola yang datang ke tempat cukur ini, beberapa fans pun turut mengikuti kebiasaan idolanya.

Cukur sebelum Tanding

The Barber Shop juga menyediakan pomade dengan berbagai jenis. Pomade produksi mereka sendiri dinamai Brown Pomade yang telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Khusus untuk pemain bola, disediakan pula pomade yang memiliki karakteristik dapat mempertahankan gaya rambut meski sedang bermain bola.

“Biasanya kalau pemain bola kan mereka butuh tampil di lapangan. Sementara kalau pomade yang water base atau oil base kan berminyak, ketika beraksi di lapangan itu rambutnya turun. Nah kami jual produk minyak rambut yang clay. Tahan lama, beberapa pemain membeli ini, mereka pakai saat menendang segala macam tetap on,” katanya.

Tidak seperti kebanyakan barber shop yang kini menjamur di Jogja, The Barber Brown hanya fokus melayani pada haircut. Untuk sekali haircut, pelanggan dikenai biaya Rp50.000, dengan layanan mulai dari konsultasi gaya rambut, cukur, keramas, hair tonic, pijat kepala, massage leher dan bahu, hot towel dan dikeringkan dengan hair dryer.

BACA JUGA : 15 Tim Sepak Bola Ambil Bagian di Piala Wali Kota Jogja 2021

Setelah itu, pelanggan juga akan mendapat pomade sesuai pilihan, bisa water base, clay atau powder. Di akhir semua tahapan, pelanggan akan disuguhi segelas coklat hangat. Pihaknya juga memberikan garansi jika hasil cukur tidak sesuai keinginan, sehingga pelanggan bisa kembali mencukur ulang, meski hal ini jarang terjadi.

Ayah dua anak ini menuturkan awal mula merintis The Barber Brown lantaran melihat kondisi Jogja dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) rendah, sementara ia harus menghidupi keluarga yang baru dibangunnya. Sempat bekerja setelah kuliah, ia pun memutuskan untuk membuat usaha dengan prospek menjanjikan di Jogja, tanpa modal yang besar. Maka dipilihlah barber shop.

Uniknya, Oben yang merupakan lulusan UMY prodi Komunikasi tersebut justru tidak bisa mencukur rambut. Ia mengaku hanya bisa membantu memijat atau keramas jika kondisi The Barber Brown sedang ramai. Meski demikian, kedisiplinannya dalam membentuk tim yang solid, menjaga kualitas dan memberi kepuasan kepada pelanggan mengantarkan The Barber Brown menjadi salah satu tempat cukur yang patut diperhitungkan di Jogja.

“Barber shop di Jogja sudah banyak. Nah kami cuma fokus ke haircut saja, ga ada kriting atau coloring. Memotong rambut siapa saja harus ikhlas dari hati. Insyaallah pasti akan sampai ke hati. Kalau service kita bagus, potongan kita juga konsisten, di situ customer juga merasa senang,” ungkapnya.