Performa Persis Naik Turun, Suporter Suarakan #EkoOut

04 November 2021 21:47 WIB Ichsan Kholif Rahman Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Desakan #EkoOut atau meminta Pelatih Persis Solo, Eko Purdjianto, untuk meninggalkan Persis Solo menjadi topik populer di Twitter. Topik itu muncul setelah Persis Solo bermain imbang melawan PSG Pati dengan skor 1-1 dalam lanjutan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Rabu (3/11/2021) malam.

Persis Solo belum konsisten dalam Liga 2 meski masih memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 12 poin dari enam pertandingan. Persis mencatat tiga kemenangan, tiga imbang, dan tanpa kekalahan.

BACA JUGA: Terperosok di Dasar Klasemen, Hizbul Wathan FC Ditinggal Pelatih

Putra Presiden Joko Widodo yang menjadi bos Persis Solo  menyebut permainan Persis Solo jelek. Dari enam laga, di tiga laga Kaesang menyebut dengan ungkapan maine isih elek.

Bahkan dalam pertandingan melawan PSG Pati, Persis Solo hanya mampu menciptakan gol dari titik putih. Permainan Persis Solo pun seolah tanpa skema permainan yang jelas.

Sementara itu, di awal laga, Persis langsung menggebrak. Mereka mendapatkan peluang dari bola mati dari tendangan bebas dan tendangan pojok. Namun, peluang itu belum membuahkan hasil. Persis nyaris mencetak gol lewat Eky Taufik. Kapten tim itu melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang masih bisa ditepis oleh Anas Fitrianto. Bola muntah diambil pemain Persis dan disodorkan ke kotak penalti. Sayang Irfan Jauhari yang menyambutnya dengan sundulan masih belum membuahkan hasil.

Menit ke-19, Persis memiliki peluang emas lewat Ferdinand Sinaga. Berawal dari pergerakan Miftahul Hamdi di sisi kanan, bola kemudian diumpan ke kotak penalti. Ferdinand yang berada di mulut gawang mendapatkan bola. Sayang sundulannya masih melenceng.

Persis sendiri sempat mendapat peluang dari Miftahul Hamdi, namun tembakannya masih bisa ditahan kiper. Sementara PSG Pati beberapa kali mengancam lewat tendangan jarak jauh yang cukup merepotkan Wahyu Tri. Salah satunya tendangan Al Ghuzat yang masih bisa ditepis. Hingga turun minum, skor tetap imbang 0-0.

Pada babak kedua, tensi permainan masih tinggi seperti pada babak pertama. Kedua pemain ngotot mencoba menyerang pertahanan lawan. Persis Solo sendiri memasukkan Sulton Fajar untuk menggantikan Sandi Sute. Menit ke-73, Persis Solo mendapat hadiah penalti setelah Rivaldi Bawuo dilanggar. Tapi eksekusi Fabiano Beltrame bisa ditepis. Bola diambil Fabiano lagi namun kali ini tendangannya mengenai tangan. Persis pun mendapat hadiah penalti lagi. Kali ini Rivaldi Bawuo yang menjadi algojo sukses menunaikan tugasnya. Skor menjadi imbang 1-1.

Di sisa menit, Persis Solo mencoba untuk membalikkan kedudukan. Namun sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol. Skor 1-1 pun bertahan hingga laga usai.

Pelatih Persis Solo, Eko Purdjianto, menganggap performa buruk Persis Solo itu merupakan tanggung jawabnya.

“Gol lawan dari bola set piece, padahal kami sudah latihan. Kami perbaiki lagi, para pemain harus disiplin. Ini tanggung jawab saya, mohon maaf para suporter. Kamu sudah maksimal dan akan kami benahi lagi,” kata Eko Purdjianto.

Dalam laga itu, Alberto Goncalves dipasang sebagai gelandang tengah. Eko menyebut penempatan posisi Beto di belakang Ferdinand Sinaga sudah dipersiapkan. Namun di lini pertahanan lawan selalu menjaga Beto dengan ketat. Ia memastikan Beto tidak bermain jelek namun rotasi pemain yang lebih bugar.

“Dengan pertahanan lawan kami harus berani mengeluarkan aksi individu. Terbukti di babak kedua lewat Rifaldi Bawuo dapat penalti,” kata Eko.

BACA JUGA: Pengaturan Skor Liga 2: 6 Pemain Dihukum Tak Boleh Beraktivitas di Sepak Bola Indonesia

Persis Solo memperoleh dua kali tendangan penalti dalam laga itu. Eksekutor pertama Fabiano Da Rosa Beltrame gagal mencetak gol. Baru pada penalti kedua, Rifaldi Bawuo sukses mengeksekusi bola dari titik putih.

“Penalti gagal, Ronaldo pun bisa gagal. Fabiano setelah gagal juga berusaha kembali mencetak gol. Kalau komentar dua kali penalti itu bukan ranah saya, tetapi yang pasti Rifaldi dilanggar dan ada handsball di sana,” kata Eko.

Ia memastikan masih ada empat pertandingan lagi dan wajib menang untuk mengamankan fase delapan besar.

“Terima kasih doa dan dukungan, tetap dukung Persis Solo semoga lolos di Liga 1,” imbuh Eko.

Penyerang Persis Solo, Miftahul Hamdi, mengucapkan permohonan maaf atas hasil itu kepada suporter mewakili seluruh pemain. Ia berharap dalam selanjutnya, para pemain Persis Solo dapat memberi hasil maksimal.