PSIM Kembali Gagal Menang, Begini Permintaan Maaf Seto

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro - Instagram @psimjogja_official
02 November 2021 18:17 WIB Ichsan Kholif Rahman & Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—PSIM Jogja kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan PSCS Cilacap dalam laga pembuka putaran kedua Liga 2 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (2/11/2021) sore. Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, memohon maaf pada para suporter karena timnya tidak berhasil meraih tiga poin.

PSIM tertinggal lebih dulu menit ke-23 lewat gol Beny Ashar yang memanfaatkan bola muntah. Di babak pertama PSIM kesulitan mengembangkan permainan. Baru di babak kedua Laskar Mataram berhasil menguasai jalannya pertandingan dan menyamakan kedudukan di menit ke-52 lewat pemain pengganti Ilhamul Irhaz.

BACA JUGA: PSIM Ingin Pertahankan Seto untuk Proyek Jangka Panjang

Seto Nurdiyantoro seusai laga mengatakan hasil imbang bukan hasil yang diinginkan. Ia mengatakan di babak pertama para pemain tampil terbebani.

Laskar Mataram gagal memanfaatkan sejumlah peluang apik di babak kedua dan kedodoran mengimbangi permainan PSCS Cilacap di sebagian besar babak pertama.

“Mohon maaf kepada para suporter dengan hasil ini, ke depan kami main lebih maksimal dan ngotot,” kata dia.

Ia menambahkan jelang laga tim medis mengabarkan beberapa pemain cedera. Hal itu sedikit mengurangi pilihan skuat pemain.

PSIM tertinggal lebih dulu pada menit ke-23 setelah Benny Ashar mengoyak jala Imam Arief. Setelah gol tersebut, PSCS bermain lebih leluasa dan banyak menyerang.

Selepas turun minum, Seto menarik keluar Heru Setiawan dan memasukkan Ilham Irhaz. Nanda Nurrandi juga ditarik keluar digantikan Firman Septian. Perubahan formasi itu berbuah. PSIM bermain lebih bagus dan mengurung PSCS Cilacap. Ahmad Baasith bahkan berpeluang menyamakan kedudukan di menit ke-47. Sayang, bola sepakannya membentur gawang.

Laskar Mataram kemudian mampu mencetak gol di menit ke-52. Yudha Alkanza mengirim umpan lambung dari sisi kanan serangan PSIM. Ilham Irhaz yang menerima bola secara mulus langsung melepaskan tembakan dan menjebol gawang PSIM.

Setelah kedudukan 1-1, PSIM terus mengurung pertahanan PSCS. Di sisi lain, PSCS mengandalkan serangan balik. Hingga laga kelar, tidak ada gol yang tercipta.

BACA JUGA: Striker Crystal Palace Jadi Korban Rasisme Warganet Indonesia

Ini adalah hasil imbang keempat yang diperoleh Laskar Mataram di fase penyisihan grup musim ini. Sebelumnya, PSIM juga bermain seri melawan Hizbul Wathan (1-1), Persis Solo (0-0), serta Persijap (2-2). PSIM juga gagal membalas kekalahan dari PSCS Cilacap. Di laga pembuka musim pada 26 September lalu, PSIM kalah 0-1. Laskar Mataram baru sekali menang, yakni kala mengalahkan PSG Pati 2-0 di pertandingan keempat dan kini tertahan di peringkat ketiga dengan tujuh angka. Peluang PSIM melaju ke fase berikutnya masih terbuka meski berat karena terpaut empat angka dari Persis Solo dan PSCS. Hanya dua tim dari tiap grup yang berhak mengantongi tiket lanjutan untuk berebut slot promosi ke Liga 1.

Laga PSIM berikutnya adalah melawan Hizbul Wathan pada Minggu, 8 November 2021.

Seto mengakui peluang lolos ke delapan besar semakin kecil. Namun ia memilih fokus menatap setiap laga demi laga. Hingga saat ini belum ada rencana penambahan pemain.

“Tinggal dua hari (bursa transfer) kalau ada pemain ya kami coba. Kalau tidak ada kami manfaatkan seluruh pemain yang ada,” kata Seto.

Pemain PSIM, Sugeng Efendi, mengatakan para pemain sudah bekerja maksimal namun gagal meraih tiga poin.

“Ke depan segera kami perbaiki,” kata Sugeng.

Pelatih PSCS Cilacap, Frans Sinatra Huwae, berysukur dengan hasil imbang itu. Ia mengakui pertandingan berjalan sangat ketat untuk kedua tim.

“Grup ini sangat ketat, ke depan kami perbaiki lagi. Kami bersyukur poin ini jangan sampai kehilangan poin di tiap laga.