3 Poin PSIM Sirna di Pengujung Laga, Ini Reaksi Seto

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro - Instagram @psimjogja_official
25 Oktober 2021 22:37 WIB Sunartono Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—PSIM Jogja gagal meraih kemenangan saat melawan Persijap Jepara pada lanjutan Liga 2 2021 di Stadion Manahan, Solo, Senin (25/10/2021).

Laskar Mataram bermain imbang 2-2 melawan Laskar Kalinyamat. Padahal, tim besutan Seto Nurdiyantoro itu sempat unggul 2-1 hingga pengujung laga.

BACA JUGA: Ronaldo Joybera Kwateh: Bela Timnas Jadi Kado Sweet Seventeen

Sayangnya, keunggulan itu tidak bisa dipertahankan oleh pemain PSIM. Persijap Jepara mencetak gol penyama lewat tendangan bebas di akhir babak kedua.

Kedua tim bermain hati-hati sesekali bergantian menyerang pada babak pertama. PSIM unggul lebih dulu di menit 30 oleh Ahmad Ihwan. Kedudukan itu bertahan hingga babak pertama usai.

Persijap Jepara menyamakan kedudukan menit ke-52 lewat Ricky Ariansyah. PSIM pun membalas menit ke-67 kembali lewat Ahmad Ihwan. Tertinggal Laskar Kalinyamat terus menekan Laskar Mataram yang mencoba mengatur tempo pertandingan. Nahas, menit ke-89 tendangan bebas Ricky Ariansyah menyamakan kedudukan. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2.

Pelatih PSIM, Seto Nurdiyantoro, seusai laga mengatakan skor itu di luar ekspektasi tim yang telah bermain ekstra dalam laga itu.

Ia menjelaskan babak pertama timnya mengatur tempo laga sekaligus memanfaatkan momentum menyerang. Ia mengaku sudah mengingatkan para pemain untuk fokus di menit awal dan menit akhir.

“Mungkin karena faktor kelelahan. Mungkin belum jatah kami untuk menang, karena ada sesuatu yang di luar kendali saya,” ucap Seto.

Skor itu membuat PSIM mengoleksi enam poin dengan lima laga. Poin itu semakin menjauhkan jarak dengan pemuncak klasemen.

Seto tetap tetap optimistis di putaran kedua. “Jelas hasil ini kami jadikan evaluasi. Mohon maaf para suporter,” kata dia.

BACA JUGA: Kapan Penonton Liga 1 & 2 Bisa Hadir di Stadion? Ini Jawaban Menpora & PSSI

Asisten Pelatih Jepara, Suganda, mengatakan sesuai arahan pelatih kepala, Jaya Hartono, para pemain diminta tidak mengulangi kesalahan. Ia tetap optimistis dapat melaju ke Liga 1 walupun imbang lima kali dalam lima laga.

“Kami harus berubah di putaran kedua. Sebetulnya kami berupaya kompak di grup dan tim. Di menit akhir kami lebih waspada. Ya semoga evaluasi ke depan lebih baik lagi,” kata Suganda.

Ia mencatatkan evaluasi di putaran kedua yakni tingkat konsentrasi.

Pemain Persijap Jepara, Ricky Ariansyah, mengaku bersyukur bisa menyamakan kedudukan menit akhir. Ia mengucapkan mterima kasih kepada teman-teman yang sudah berjuang keras.

“Semua sudah bermain luar biasa. Alhamdulillah bisa cetak gol untuk menyamakan kedudukan,” kata dia.