Presiden UEFA Akan Boikot Piala Dunia Jika Digelar Dua Tahunan

Logo Piala Dunia U-20 2021 Indonesia. - Ist/Dok. PSSI
10 September 2021 02:27 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Aleksander Ceferin memperingatkan adanya potensi boikot dari Eropa terhadap Piala Dunia bila FIFA memutuskan untuk menggelar turnamen tersebut setiap dua tahun sekali.

FIFA sedang melakukan peninjauan kalender pertandingan internasional, yang dipimpin oleh mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger yang mengusulkan agar turnamen besar diselenggarakan setiap tahun.

Berdasarkan proposal itu, Piala Dunia akan dirotasi dengan turnamen kontinental seperti Piala Eropa dan dimainkan setiap tahun kedua, bukan setiap empat tahun sekali.

BACA JUGA : Kualifikasi Piala Dunia 2022, Argentina Libas Venezuela 3-0

“Kami dapat memutuskan untuk tidak bermain di dalamnya,” ujar Ceferin kepada surat kabar The Times yang dikutip Reuters pada Kamis.

“Sejauh yang saya tahu, Amerika Selatan juga tidak setuju. Jadi semoga beruntung dengan Piala Dunia seperti itu."

"Saya pikir itu tidak akan pernah terjadi karena sangat bertentangan dengan prinsip dasar sepak bola."

"Untuk bermain turnamen setiap musim panas selama satu bulan, para pemain akan kelelahan. Bila [Piala Dunia] digelar setiap dua tahun maka bentrok dengan Piala Dunia wanita, dengan turnamen sepak bola Olimpiade," tambah Ceferin Slovenia.

“Justru karena setiap empat tahun menjadikannya istimewa, tunggu saja, ini seperti Olimpiade, ini acara besar. Saya tidak melihat federasi kami mendukung itu."

Ceferin menekankan agar FIFA untuk sadar dan menolak gagasan tersebut. “Saya berharap mereka (FIFA) akan sadar, karena saya tidak melihat pendekatan yang tepat kecuali berbicara dengan konfederasi."

BACA JUGA : Kepastian Piala Dunia U-20 2021 di Stadin Mandala Krida

"Mereka tidak datang, mereka tidak menelepon, saya tidak mendapat surat atau apa. Saya hanya membacanya di media."

Ceferin mengatakan dia juga tidak tertarik dengan usulan Piala Eropa UEFA diadakan setiap dua tahun, bukan empat tahun.

“Ini mungkin bagus untuk UEFA secara finansial, tetapi masalahnya adalah kami akan membunuh sepak bola seperti itu. Kami membunuh para pemain. Saya tidak melihat klub membiarkan para pemain pergi dan itu akan memecah belah kami sepenuhnya," katanya.

Sumber : Antara