Pemain yang Bertarung di Liga Super Eropa Diancam Tak Bisa Ikut Piala Dunia

Presiden UEFA Aleksander Ceferin/Reuters - Alkis Konstantinidis
20 April 2021 02:57 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sepak bola Eropa bereaksi terhadap berita bahwa 12 klub terbesar di Benua Biru itu berencana membentuk Liga Super Eropa (European Super League/ESL) yang berdiri sendiri.

Atletico Madrid, Barcelona, Real Madrid, AC Milan, Arsenal, Chelsea, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur adalah anggota pendiri.

Florentino Perez, Presiden klub Real Madrid yang pertama kali menggagas ESL pada 2009, menjabat sebagai presiden pertama.

BACA JUGA : La Liga Spanyol Kecam Ide Pembentukan Liga Super Eropa

Jurnalis Fabrizio Romano melaporkan pada Senin (19/4/2021), Presiden Union of European Football Associations (UEFA) Aleksander Ceferin mengonfirmasi bahwa pemain yang bermain di ESL dilarang bermain di Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa (Euro).

Bahkan, menurut bos UEFA asal Slovenia itu, para pemain penentang tersebut tidak akan diizinkan bermain untuk tim nasional mereka.

Ini merupakan tanggapan pasti pertama dari UEFA atas gagasan ESL. Jelas, ini menjadi contoh tindakan nyata pertama.

Kompetisi eksklusif yang diusulkan akan terdiri dari 20 klub, dengan 15 anggota pendiri dan lima klub tambahan yang memenuhi syarat setiap tahun berdasarkan kinerja musim sebelumnya.

BACA JUGA : 32 Besar Liga Europa: Laga Arsenal dan Tottenham Dipindah

Semua pertandingan akan dimainkan pada pertengahan pekan, dengan setiap klub tetap bersaing di liga nasional masing-masing dan mempertahankan kalender tradisional. Musim pertama ES direncanakan bergulir mulai Agustus 2021.

Sumber : Football Espana