Liga 2 Ditunda, PSIM Punya Lebih Banyak Waktu Bersiap

Seto Nurdiyantoro - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
30 September 2020 11:47 WIB Hery Setiawan (ST18) Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSSI secara resmi menunda Liga 1 dan Liga 2 dan berharap kompetisi bisa diputar lagi satu bulan ke depan. Manajer PSIM Jogja, David MP Hutauruk, menilai keputusan PSSI punya dampak negatif, tapi juga positif bagi timnya.

Penundaan itu berdampak negatif sebab terdapat ketidakpastian terhadap nasib Liga 2 di kemudian hari. Namun di sisi lain, penundaan kompetsi dapat pula berdampak positif. Sebagai salah satu kontestan, PSIM Jogja punya lebih banyak waktu untuk melakukan persiapan.

“Kami melihat dari sisi positif dan negatif. Artinya, positif untuk kami adalah masih mempunyai waktu lebih agar persiapan tim lebih matang. Akan tetapi sisi negatifnya ialah adanya keadaan yang belum pasti terkait keberlangsungan kompetisi musim ini,” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Selasa (29/9/2020).

David berharap PSSI berserta PT. Liga Indonesia Baru (LIB) mampu mengambil langkah tegas ihwal nasib kompetisi sepak bola Indonesia. Kejelasan dari mereka, sungguh dibutuhkan guna memastikan bahwa kompetisi dapat bergulir lagi pada bulan November mendatang.

BACA JUGA: PSSI Resmi Tunda Lanjutan Liga 1 dan Liga 2

Terpisah, Pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiantoro, juga berkata senada. Baginya, penundaan kompetisi punya efek negatif dan juga positif kepada tim asuhannya.

Ia punya waktu lebih lama untuk menggodok skuatnya agar lebih siap kala turun lapangan. Sementara efek negatifnya, menurut kaca mata seorang pelatih, Seto harus menyusun ulang program latihan yang selama ini telah direncanakan.

“Tentunya ada positif negatif. Positifnya persiapan tim lebih lama. Negatifnya ya dari sisi tim pelatih harus mengubah program latihan lagi,” kata Seto kepada Harian Jogja.

Seto tak mau berandai-andai soal kemungkinan paling buruk ihwal kompetisi Liga 2. Eks Pelatih PS Sleman itu ingin fokus kepada tugas dan kerja-kerja kepelatihan yang saat ini ia pegang.