PSS Berharap PSBB Tak Berdampak pada Pembukaan Liga 1

Logo PSS Sleman. - Ist
11 September 2020 08:17 WIB Hery Setiawan (ST18) Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pasca meroketnya jumlah kasus positif, Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan lagi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar [PSBB]. Kekhawatiran terhadap nasib kompetisi Liga 1 pun mencuat. Salah satunya datang dari PSS Sleman.

Direktur PT. Putra Sleman Sembada [PSS], Marco Paulo Garcia sedikit ragu soal laga pembuka Liga 1 yang rencananya bakal dihelat pada 1 Oktober 2020 mendatang. Pada laga tersebut, PSS Sleman dijadwalkan akan bertarung melawan Persebaya Surabaya.

BACA JUGA : Pertandingan Liga 1 di DIY Bisa Disaksikan secara Virtual

“Kami lihat situasi dulu. Apakah kita pasti mulai tanggal 1? Belum tentu. Dengan Jakarta mengeluarkan [PSBB] mulai tanggal 14, belum lihat lagi kan impact-nya? Selama dua minggu melihat perkembangan, bisa jadi daerah lain juga ikutan,” katanya Marco, Kamis, (10/9/2020).

Tak cuma itu, PSBB juga dikhawatirkan dapat mengganggu kembalinya anggota skuad PS Sleman yang belum datang. Di antaranya ada Aaron Evans, Irfan Bachdim, dan sang pelatih Dejan Antonic. Marco berharap PSBB tak mengubah kebijakan penerbangan internasional yang dapat mengggangu bergabungnya mereka.

“Pas urusan visa udah beres, tapi karena Jakarta ditutup dulu sementara, wah repot,” ujarnya.

Kendati khawatir, Marco menegaskan bahwa PSBB tak berdampak pada PSS Sleman secara internal. Latihan tetap berjalan normal sembari diiringi penerapan protokol kesehatan yang makin diperketat.

BACA JUGA : Temui Bupati Bantul, 3 Tim Liga 1 Diizinkan Berkandang

Buat Marco, dalam kondisi ini, kesehatan pemain berada pada prioritas nomor wahid. Hal itu diwujudkan dengan menunda rencana laga uji coba. Ia bahkan rela melepas target tahun ini demi meminimalisir risiko kesehatan, meskipun diakui tetap berupaya memberikan yang terbaik.

“Lebih baik enggak mencapai target tahun ini, tapi pemain kita semua aman dan sehat. Kan gak ada degradasi juga. Tetapi spirit kami enggak seperti itu. Kita lihat kondisinya nanti,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Operasional PT. PSS, Hempri Suyatna berharap tak ada perubahan jadwal Liga 1 menyusul penerapan PSBB di DKI Jakarta. Namun, untuk kepastiannya masih menunggu arahan teranyar dari PT. Liga Indonesia Baru [LIB].

“Rencana besok Senin sampai Rabu mau ada medical workshop,” kata Hempri.

BACA JUGA : Digadang Jadi Kandang Sejumlah Tim Liga 1, Stadion 

Dalam pertemuan itu, kata Hempri akan membahas protokol kesehatan yang wajib diikuti, baik oleh pemain, klub, serta penyelenggara pertandingan. Tujuan utamanya, sudah pasti demi menghindari timbulnya klaster baru.

Aturan tersebut juga sangat penting bagi PS Sleman yang akan berbagi kandang dengan tiga tim lainnya. Hempri berharap LIB dapat memfasilitasi pertemuan bersama panitia pelaksana masing-masing tim agar tercipta sinergitas selama kompetisi berlangsung.