Pemda DIY Kucurkan Rp60 Miliar agar Stadion Mandala Krida Siap Gelar Piala Dunia U-20 Tahun Depan

PSIM melawan Martapura FC menjadi pertandingan sepak bola profesional pertama di Stadion Mandala Krida, Jogja, setelah direnovasi, Kamis (15/8/2019). - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
23 Januari 2020 18:07 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Stadion Mandala Krida di Kota Jogja menjadi satu dari enam penyelenggara Piala Dunia U-20 2021.

Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY yang menjadi pengelola Mandala Krida masih menunggu gambaran terperinci mengenai hal-hal yang harus dibenahi. Mandala Krida telah dikunjungi perwakilan FIFA pada Desember lalu. Namun, sampai sekarang BPO belum mendapatkan penjelasan lengkap mengenai fasilitas di stadion yang harus dibenahi.

“Kami menunggu surat resmi dan gambaran detailnya. Sejauh ini proses pengadaan tetap berjalan,” kata Kepala BPO Disdikpora DIY Eka Heru Prasetya kepada Harian Jogja, Kamis (23/1) sore.

Menurut Eka, Pemda DIY telah menganggarkan Rp60 miliar untuk melengkapi kelayakan Stadion Mandala Krida sebagai venue Piala Dunia U-20. Anggaran tersebut berasal dari APBD Pemda DIY 2020 dan telah disetujui oleh DPRD DIY.

“Sekarang tinggal lelang saja. Mudah-mudahan Maret sudah bisa dikebut.  Kemarin dari FIFA dan PSSI sempat meminta agar lampu, score board, single seat dan sejumlah kelengkapan pertandingan dan ruang ganti segera dilengkapi,” lanjutnya.

“Kami tinggal tinggal tunggu gambarannya, karena harus disesuaikan dengan standar FIFA.”

Stadion Mandala Krida di Kota Jogja resmi menjadi satu dari enam stadion penyelenggara Piala Dunia U-20 2021. Kepastian itu diungkapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Keenam stadion itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Pakansari di Bogor, Stadion Manahan di Solo, Stadion Manala Krida di Jogja, Stadion Gelora Bung Tomo di Surabaya dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Bali,” ujar Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, Kamis (23/1/2020).

Gatot mengumumkan enam stadion penyelenggara berdasarkan risalah rapat Piala Dunia FIFA U-20 2021. Turnamen global untuk pemain berusia muda itu akan berlangsung pada 24 Mei sampai dengan 12 Juni tahun depan.

Selain harus memastikan kesiapan enam stadion tersebut, Indonesia juga harus menyiapkan beberapa stadion lain sebagai pendukung. Sesuai syarat dari FIFA, mesti disediakan pula total 30 lapangan latihan karena setiap satu stadion utama harus didukung dengan lima lapangan latihan di sekitarnya.

FIFA, kata Gatot, akan datang pada  Maret 2020 untuk melakukan inspeksi awal terhadap infrastruktur dan kelengkapan stadion. “Oleh sebab itu diharapkan sudah ada perkembangan dari proses renovasi,” tutur Gatot.

Kemudian,  setiap stadion utama dan di lapangan pendukung harus memiliki  ruangan untuk video asisten wasit atau video assistant referee (VAR) karena teknologi tersebut wajib dipakai di turnamen garapan FIFA. Semua peralatan VAR akan disediakan oleh FIFA.

FIFA juga memiliki perhatian khusus kepada jumlah penonton. Organisasi yang kini dipimpin Gianni Infantino itu menyaratkan setiap pertandingan termasuk babak penyisihan ditonton oleh 10.000 sampai dengan 20.000 orang. Pada Januari 2021, FIFA akan mengundi pembagian grup Piala Dunia U-20 dan lokakarya di Bali.