Advertisement

Polisi Malaysia Bebaskan Suporter Bola Indonesia Ketiga

Newswire
Jum'at, 29 November 2019 - 09:17 WIB
Nina Atmasari
Polisi Malaysia Bebaskan Suporter Bola Indonesia Ketiga Suporter Timnas Indonesia - Antara/Wahyu Putro

Advertisement

Harianjogja.com, KUALA LUMPUR – Suporter sepak bola asal Bali Andreas Setiawan akhirnya dibebaskan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) pada Kamis (28/11/2019). Andreas ditangkap pekan lalu karena "teror bom Stadion Bukit Jalil" di media sosial dibebaskan setelah ditahan di Kantor Polisi Daerah (IPD) Cheras Kuala Lumpur.

"Alhamdulillah sore ini Polisi Cheras Malaysia (PDRM) telah melepaskan saudara Andreas Setiawan dari tahanan dan dalam waktu tidak terlalu lama, Andreas akan segera kembali ke Bali," ujar Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat di Kuala Lumpur, Kamis.

Advertisement

Agung bersama Sekretaris I Konsuler Sabda Thian ikut mengurus pembebasan Andreas dari IPD Cheras kemudian dibawa ke KBRI Kuala Lumpur.

"Proses pembebasannya berlangsung cepat dan kami mendapatkan kerja sama yang baik dari Polisi Cheras. Andreas sekarang sudah di KBRI bersama para suporter Aliansi Suporter Indonesia Malaysia (ASIM) yang sudah ikut membantu menangani tiga suporter yang ditahan," ucapnya.

Agung mengatakan penyidikan yang dilakukan polisi IPD Cheras sudah cukup, sehingga tidak alasan untuk menahannya lebih lanjut, sedangkan bukti-bukti untuk mendakwa yang bersangkutan lebih lanjut juga tidak ada sehingga dibebaskan Kamis ini.

Sementara itu, Andreas mengatakan awal kejadian penangkapannya saat itu dia memosting foto sedang berada di KLCC, kemudian ada teman dari Bali berkomentar jangan lupa di-bom stadion-nya kalau kalah, kemudian dia membalas candaan tersebut kalau dirinya sudah membawa satu tas bondet disertai emoticon.

"Setelah itu teman saya dari Bali mengatakan tunggu aba-aba dari saya, setelah itu saya tidak komentar lagi karena saya tahu sudah kriminal. Saya diperiksa saat masuk pintu E kemudian ditangkap bersama dua teman saya. Saya menduga yang melaporkan warga di Malaysia," ujarnya.

Dia mengatakan memperoleh hikmah dari kejadian yang dialaminya agar tidak memosting masalah sensitif di media sosial.

Setelah dibebaskan dia belum menghubungi orang tuanya di Bali dan berharap teman-teman suporter bisa mengabari karena dirinya juga ingin cepat pulang ke Bali.

Advertisement

Sebelumnya dua orang teman Andreas, Rifki Chorudin dan Iyan Prada Wibowo, lebih dahulu dibebaskan pada Minggu (24/11).

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Usai Gondol Emas di SEA Games, Perbasi Fokus FIBA Asia Cup

Olahraga
| Selasa, 24 Mei 2022, 05:17 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement