Di Balik Mundurnya Aji Santoso: Bantah Rumor Jual Pertandingan & Jelaskan Alasan Bongkar Pasang Skuat

Aji Santoso - Harian Jogja/Jumali
09 Oktober 2019 20:22 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Aji Santoso mengungkapkan beberapa persoalan di balik pengunduran dirinya dari kursi Pelatih PSIM. Aji menepis rumor miring tentang kekalahan timnya dan menjelaskan alasannya membongkar pasang skuat yang menyebabkan PSIM kalah enam kali dalam tujuh pertandingan.

Aji menyanggah kabar yang menyebut laga melawan Bogor FC Sulut United, yang berakhir dengan kekalahan 0-2, dijual untuk menyelamatkan Sulut United dari degradasi.

“Itu tidak benar. Anak-anak sudah berjuang dengan maksimal. Insan bola di Jogja boleh marah, tetapi jangan rasis. Bagaimana pun manajemen sudah berjuang untuk tim ini,” kata Aji di depan awak media, Rabu (9/10/2019).

Aji mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu sore. Dia melepas posisinya setelah berembuk dengan manajemen klub.

Aji Santoso mulai menangani PSIM sejak pertengahan Juli, menggantikan Vladimir Vujovic yang mundur meski baru menangani Laskar Mataram di empat pertandingan Liga 2. Aji sebenarnya dikontrak hingga Desember 2019 dan dibebani target membawa klub promosi ke Liga 1. Namun, PSIM kini dalam situasi terjepit dan terancam gagal lolos ke delapan besar setelah menderita tiga kekalahan beruntun.

Aji mengatakan timnya yang tidak pernah tampil dengan kekuatan penuh di putaran kedua seusai mengalahkan Persiba Balikpapan 2-1 pada 22 Agustus lalu.

Sejak pertandingan tersebut, PSIM hanya menang sekali dari tujuh pertandingan, yakni atas Madura FC pada 23 September. Di enam laga lainnya, Laskar Mataram kalah dari Mitra Kukar (1-2), Persik Kediri (0-2), PSBS (0-1), Persewar (1-3), Bogor Sulut United (0-2), dan Martapura FC (0-1). Aji kerap bongkar pasang skuat di laga-laga yang berakhir mengecewakan tersebut.

“Jika ada yang menyatakan pemain yang dipasang kok berubah-ubah, memang kondisinya kami tidak bisa full team. Ada yang terkena akumulasi, ada juga yang cedera,” ucap Aji.

PSIM mengakhiri putaran pertama di papan atas. Pada paruh musim, Aji mencoret sebelas pemain dan mendatangkan sembilan pemain baru. Namun, perubahan itu malah membuat PSIM bermain buruk. Aji mengatakan dia sebenarnya mengharapkan sembilan pemain PSIM bisa mengangkat performa tim. Namun, waktu sepekan pada paruh musim rupanya tidak bisa membangun kesepahaman di tubuh Laskar Mataram.