Tak Punya Ongkos Pulang Setelah Ikut Piala Kemenpora, Tim SSB Batam Akan Mengemis

Ilustrasi - JIBI
04 September 2019 19:47 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, TANJUNGPINANG -  Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Batam dan ofisial berencana mengemis di depan Kantor Kemenpora karena kesulitan ongkos pulang. Tim tersebut baru saja mengikuti Piala Menpora U-16 menggunakan ongkos urunan. 

Tim SSB Bina Prestasi, Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau kini telantar di Tangerang, Banten, dan terancam tidak bisa pulang. Sebanyak 18 pemain dan tiga ofisial tim SSB Bina Prestasi itu sebelumnya melakoni Piala Menpora U-16 pada 1 dan 2 September 2019.

Para pemain dan ofisial terancam tidak bisa pulang ke Batam karena tidak memiliki biaya akomodasi tiket pesawat atau kapal Pelni.

Manajer SSB Bina Prestasi menyatakan saat ini mereka difasilitasi menginap di Hotel Grand Horison Serpong, Tangerang, hingga Jumat (6/9/2019) mendatang.

"Setelah itu kami harus pulang, sementara sampai sekarang tim tidak punya dana akomodasi sama sekali," kata Zulkifli Adami kepada Antara melalui telepon seluler, Rabu (4/9/2019).

Zulkifli mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kepulauan Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri agar dapat membantu akomodasi kepulangan tim ke Batam.

Namun, kata dia, Dispora tidak bisa membantu dengan alasan tidak memiliki anggaran untuk tim SSB Bina Prestasi.

"Mereka tidak menganggarkan dana untuk tim ini, karena tidak ada surat resmi dari Kemenpora mengenai keikutsertaan kami di ajang Piala Menpora U-16 tersebut," ungkap Zulkifli.

Padahal, lanjut Zulkifli, surat resmi Kemenpora sejak jauh-jauh sudah hari dikirim kepada seluruh kepala daerah melalui Kepala Dispora.

Bahkan, kata dia, seluruh Kepala Dispora se-Indonesia sudah mengikuti bimbingan teknis mengenai penyelenggaraan kompetisi olah raga tersebut.

"Lucu kalau Dispora Kepri mengatakan tidak ada surat resmi dari Kemenpora soal kegiatan ini," ungkap Zulkifli.

Zulkifli menyatakan para pemain dan official tim akan mengemis di depan kantor Menpora di Jakarta, apabila Dispora bahkan Plt Gubernur Kepri tidak bersedia membantu akomodasi pulang ke Batam.

"Kami akan mengemis meminta bantuan di depan kantor Menpora, supaya bisa pulang nantinya," sebut Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, Tim SSB Bina Prestasi berangkat menggunakan kapal Pelni dari Batam menuju pelabuhan Tanjung Priok pada 28 Agustus kemarin.

Biaya keberangkatan bersumber dari iuran seluruh pemain, yakni masing-masing sebesar Rp500.000.

"Keikutsertaan kami di ajang ini demi membawa nama baik sepak bola Kepri di kancah nasional, harapannya tentu anak-anak daerah ke depan bisa bermain di tim atau liga nasional," ujarnya.

Sumber : Antara