PSS Kalah 1-3 dari Bali United, Ini Komentar Pelatih Seto

Striker PSS Sleman Yevhen Bokhashvili (kiri) berusaha melewati adangan bek tengah Bali United Haudi Abdillah (kanan) dalam pertandingan Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (22/7/2019). - Antara/Nyoman Budhiana
22 Juli 2019 21:57 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro menganggap gol penalti penalti yang membuka keunggulan Bali United meruntuhkan mental anak asuhnya. Pada laga lanjutan Liga 1 2013 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (22/7/2019), PSS kalah 1-3.

Wasit memberikan tiga tendangan penalti di laga ini: dua untuk Bali United dan satu untuk PSS. Bali United mendapat hadiah penalti yang dieksekusi Spaso di menit ke-18 dan Melvin Platje di menit ke-82. Sementara, PSS mendapat hadiah sepakan penalti yang dimanfaatkan dengan baik oleh striker Yevhen Bokhashvili di menit ke-64.

Seto mengatakan gol penalti yang dicetak oleh Spaso berdampak besar terhadap kondisi psikis pemain.

”Pemain down di sana. Kami coba bangkit di babak kedua dengan pemain. Lagi-lagi apa yang menjadi irama yang sudah kami dapatkan diturunkan dengan gol ketiga [Platje di menit ke-82] seperti itu, ini jadi pembelajaran bagi kami,” kata Seto seusai pertandingan.

Seto enggan mengomentari dua hadiah penalti yang diberikan wasit kepada Bali United.

“Ada kelemahan di lini belakang. Saya tidak akan membahas mengenai keputusan dari wasit," ucap Seto. 

Selain kebobolan dua tendangan penalti, PSS juga kebobolan gol bunuh diri Asyraq Gufron yang salah mengintersep umpan silang Stefano Lilipaly di menit ke-35. Dalam pertandingan ini, Bali United sangat terlihat mengandalkan umpan silang. Umpan silang menjadi kelemahan terbesar PSS di dua pertandingan terakhir. Saat kalah 1-3 dari PSIS Semarang pekan lalu, dua dari tiga gol ke gawang PSS lahir melalui umpan silang.