Pelatih Ubah Formasi di Babak II, PSS Bisa Imbangi Bali United tetapi Sudah Terlambat

Gelandang Bali United Brawa Nouri, membuat PSS diberi hadiah penalti pada laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (22/7/2019). - Antara/Ardiansyah
22 Juli 2019 20:52 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Seto Nurdiyantoro mengubah formasi di babak kedua sehingga PSS Sleman tampil lebih menggigit meski pada akhirnya tetap kalah 1-3 dari sahibulbait Bali United dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Kapten I Wayang Dipta, Gianyar, Senin (22/7/2019) malam.

Setelah terus menerus diserang menggunakan umpan silang dan gagal membalas dengan tusukan berbahaya, PSS mengubah formasi 4-2-3-1 yang diterapkan di babak pertama. Seto kembali kepada pakem 4-3-3. Wahyu Sukarta yang diduetkan sebagai gelandang bertahan bersama Guilherme Batata ditarik keluar, digantikan Irkham Milla yang beroperasi sebagai penyerang sayap.

Kushedya Hari Yudo yang memulai pertandingan sebagai sayap kanan digeser ke kiri, sedangkan Haris Tuharea yang terisolasi di sisi kiri serangan PSS sebelum turun minum dipindah sebagai gelandang serang. Formula ini rupanya cukup mengagetkan Bali United. Selama sepuluh menit babak kedua, intensitas serangan Super Elang Jawa lebih banyak. PSS melepaskan tiga percobaan tembakan ke gawang tuan rumah, yakni melalui Haris, Kushedya, dan Yevhen Bokhashvili.

Haris ternyata lebih burguna di lini tengah untuk menambal lubang yang ditinggalkan Brian Ferreira ketimbang bermain sebagai sayap kiri. Dia sukses membuat empat operan kunci dan melepasan satu tendangan yang diblok kiper Wawan Hendrawan.

Gelombang serangan PSS bermuara di menit ke-63. Derry Rachman dengan apik masuk ke sepertiga akhir lapangan sebelum mengirim bola kepada Kushedya yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Kushedya menggiring bola dan tinggal berhadapan dengan kiper Wawan Hendrawan. Namun, kakinya kemudian dilanggar gelandang bertahan Bali United Brawa Nouri dan PSS mendapat hadiah penalti.

Yevhen yang menjadi eksekutor sukses menjebol gawang Bali United. PSS terus menyerang, sedangkan Bali United masih juga mengandalkan umpan silang yang mulai tak efektif membongkar pertahanan lawannya.

Pelatih Bali United Teco Cugurra kemudian mengubah susunan pemain tanpa meninggalkan formasi 4-3-3. Si pencetak gol pertama, Ilija Spasojevid digantikan Melvin Platje, sedangkan Stefano Lilipaly digantikan penyerang sayap Fahmi Al Ayyubi.

Serdadu Tridadu kemudian mengubah haluan serangan dan tak lagi mengandalkan umpan silang, melainkan umpan panjang langsung ke kotak penalti PSS. Taktik tersebut berhasil. Di menit ke-82, Fadil Susu melepaskan umpan lambung kepada Paulo Sergio. Asyraq Gufron tak bisa membaca arah bola dan pergerakan Sergi dengan baik sehingga dia malah membuat pelanggaran sehingga PSS dihukum penalti. Platje berhasil menjadi algojo dan Bali United dengan nyaman menang 3-1.

Perubahan formasi di babak kedua terhitung terlambat karena Bali United sebenarnya hanya mengadalkan umpan silang dan umpan jauh sepanjang pertandingan. Umpan silang sudah sangat menyulitkan PSS ketika dikalahkan PSIS Semarang pekan lalu dan Bali United meniru meniru strategi tersebut. Sebelum turun minum, Serdadu Tridatu menang 2-0 berkat gol penalti Ilija Spasojevic di menit ke-18 dan gol bunuh diri Asyraq Qufron di menit ke-35.

Hasil ini membuat Bali United melompat ke anak tangga kedua klasemen semantara, melewati Madura United, dengan koleksi 19 angka dari sembilan pertandingan. Lilipaly dkk hanya tertinggal satu poin dari pemimpin klasemen sementara, PS Tira-Persikabo.

Sementara, PSS yang menelan dua kekalahan beruntun melorot ke peringkat ke-11 dengan 12 angka. Super Elang Jawa akan menghadapi Barito Putera pada pekan ke-11, Sabtu (27/7/2019) sore akhir pekan ini. Sehari sebelumnya, Bali United akan melawat ke kandang Persib. PSS kudu menang atas Barito Putera untuk menebus kegagalan meraup poin di dua laga terakhir.