Kemenangan Atas Milan Bisa Redam Krisis di Inter

AC Milan versus Inter Milan - Reuters/Daniele Mascolo
18 Maret 2019 19:57 WIB Ahmad Baihaqi Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Kemenangan Inter Milan atas tetangga sekaligus rival abadinya, AC Milan, dalam laga giornata ke-28 Serie A, Senin (18/3/2019) dini hari WIB membuktikan La Beneamata bisa mengatasi krisis dengan bagus.

Bertanding di San Siro, La Beneamata menang dengan skor tipis 3-2. Inter unggul lebih dulu melalui Matias Vecino di babak pertama. Mereka kemudian menggandakan keunggulan melalui Stefan De Vrij di awal babak kedua.

Milan mampu memperkecil kedudukan melalui Tiemoue Bakayako pada menit ke-57. Inter kembali menjauh pada menit ke-67 lewat penalti Lautaro Martinez. Milan kemudian cuma bisa menambah satu gol lewat Mateo Musacchio. Skor 3-2 untuk Inter pun bertahan hingga laga usai.

Kemenangan ini membuat Inter superior di Derbi Milan. Pada pertemuan pertama musim ini, Inter mampu menang dengan skor 1-0. Tak hanya itu, Inter tercatat tak terkalahkan saat melawan Milan dalam enam laga terakhir di Liga Italia.

"Pertandingan berjalan baik. Orang-orang bilang sebelumnya bahwa kami tak diunggulkan, tapi kami tidak pernah percaya itu," ujar Bek Inter Danilo D'Ambrosio seperti dikutip Football Italia.

"Kami membuktikan bahwa kami superior atas Milan di kedua laga, tapi bukan cuma itu, karena selama bertahun-tahun kami dapat poin lebih banyak daripada mereka di Serie A. Sekarang mari nikmati kemenangan ini, mengisi ulang baterai dan bersiap menghadapi Lazio di laga berat lainnya setelah jeda internasional," imbuhnya.

Kemenangan ini datang di saat yang tepat. 

Sebelumnya, seorang sumber dari orang dalam Inter melaporkan Nerazzurri ini terbagi dalam tiga kubu.

“Ruang ganti pecah jadi tiga kubu: orang Italia, Amerika Latin, dan Slavia [Eropa Timur]. Mauro [Icardi] bergaul dengan semua orang kecuali [Ivan] Perisic, Marcelo Brozovic, dan [kapten baru] Samir Handanovic. Hal yang sama tidak bisa dikatakan tentang Spalletti. Kelompok Balkan [Eropa Timur] di Inter sangat kuat dan susah dicegah,” ujar sumber tersebut, seperti dilansir football-italia.net, Sabtu (16/3/2019).

Icardi mendapat sorotan tajam beberapa bulan terakhir karena perpanjangan kontraknya yang tarik ulur. Bomber asal Argentina itu disebut-sebut berani pasang badan untuk rekan-rekan setimnya yang menjadi sasaran kritik Spalletti.

Icardi tidak bermain dengan timnya sejak ban kapten Inter dicopot dari lengannya pada 13 Februari 2019 lalu. Dari keterangan resmi Nerazzurri, suami dari model dan agen pemain, Wanda Nara, tersebut dinyatakan cedera. Padahal, tim medis klub telah menyatakan Icardi sudah pulih. Koran Italia, La Repubblica, lantas memublikasikan pengakuan orang dalam Inter yang menjelaskan tentang kondisi awal kekacuan di skuat Nerazzurri.

“Tidak ada di antara kami yang meminta Spalletti melepas ban lengannya dari Icardi. Icardi kesal dengan teriakan Spalletti yang mengkritik rekan setimnya dan meminta pelatih untuk merendahkan suaranya,” ucap sumber tersebut.

“Lagipula, mereka keluar dari kemenangan dan tidak perlu histeris. Reaksinya sangat hebat. Dan ketika ban lengan dilepas darinya, itu menjadi noda bagi Mauro, jadi dia berulang kali mengirim pesan ke klub menunjukkan dia memiliki rekor 97,5 persen tepat waktu saat latihan, untuk membuktikan profesionalismenya selama bertahun-tahun.”

Sumber : JIBI/Solopos