Mengenal Pemain Baru PSS: Pencetak Gol Spektakuler di Turnamen yang Menelurkan Raheem Sterling & Emre Can

Brian Ferreira saat menjalani latihan perdana bersama PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (1/3/2019) sore. - Harian Jogja/Jumali
01 Maret 2019 19:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PSS Sleman sudah resmi mengontrak legiun asal Argentina, Brian Ferreira, Jumat (1/3/2019). Pemain kelahiran Buenos Aires, 24 Mei 1994 ini menjadi pemain asing pertama yang digaet Super Elang Jawa untuk mengarungi Liga 1 2019.

Ferreira adalah petualang. Dalam tiga tahun terakhir, dia bermain di kompetisi Malaysia bersama Johor Darul Ta’zim (2017), di Ekuador bersama Fuerza Amarilla (2017-2018), dan di Chile bersama Coquembo Unido (2018). Bahkan, pertengahan Januari lalu, situs sepak bola Mesir, kingfut.com menurunkan laporan yang menyebut Farreira menandatangani kontrak bersama ENPPI SC, klub Liga Premier Mesir. Namun, nilai kontrak yang ditawarkan ENPPI tidak disetujui Ferreira dan dia pun pulang ke Argentina sebelum berlabuh di PSS Sleman.

Ketika masih remaja, Ferreira punya potensi besar. Dia bisa bermain sebagai gelandang serang, second striker, atau bahkan penyerang sayap. Ferreira bergabung dengan akademi sepak bola Valez Sarsfield  dan menandatangani kontrak profesional pada 2011 ketika usianya 17 tahun.

Pada tahun tersebut, Ferreira tampil di pentas dunia. Dia menjadi andalan Argentina di Piala Dunia U-17 2011 yang dihelat di Meksiko. Sebagaimana data di fifa.com, Ferreira memakai nomor punggung 10, menandakan perannya yang sangat penting di lapangan. Dalam tradisi sepak bola Argentina, pemakai nomor punggung 10 adalah tumpuan utama kesebelasan dan tugas ini lazimnya diemban nama-nama legendaris seperti Diego Maradona atau Lionel Messi.

Ferreira yang punya tinggi badan 176 sentimeter dibekali kemampuan dribel mumpuni dan operan-operan akurat. Kualitas utamanya adalah merancang serangan dan menciptakan peluang.

Deretan Alumni Beken

Di Piala Dunia U-17, Argentina terhenti di perdelapan final setelah kalah adu penalti 2-4 melawan Inggris. Ferreira hanya bermain hingga menit ke-83 dan tak sampai ikut tos-tosan untuk mengetes kemampuan kiper Jordan Pickford. Di waktu normal, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Gol Argentina dilesakkan Maximiliano Padilla sedangkan gol Inggris dibuat Raheem Sterling.

Sayangnya, skuat Argentina yang dipimpin Ferreira di Piala Dunia U-17 2011 tak menetas sempurna. Dari 21 pemain, hanya satu yang sejauh ini mampu menembus skuat senior Albiceleste.

Bandingkan dengan lawan yang mengalahkan mereka di perdelapan final. Dari 14 pemain Inggris yang bermain melawan Argentina kala itu, tiga pemain saat ini sudah menjadi langganan The Three Lions; yakni kiper Jordan Pickford, gelandang serang Raheem Sterling, dan penyerang sayap Nathan Redmond.

Secara keseluruhan, pentas internasional yang diikuti Brian Ferreira menelurkan nama-nama besar yang kini sudah mapan di klub-klub Eropa dan menjadi tulang punggung tim nasional negara masing-masing.

Alumni Piala Dunia U-17 2011 yang menonjol adalah Terence Kongolo, Karim Rekik, Jetro Willems, Tonny Vilhena, Memphis Depay, Nathan Ake (Belanda); Benjamin Mendy, Kurt Zouma, Tiemoue Bakayoko (Prancis); Naomichi Ueda, Takumi Minamino (Jepang); Pickford, Sterling, Redmond (Inggris); Emre Can (Jerman); Milos Degenek (Australia); Marquinhos (Brasil); serta Victor Fischer, Pierre-Emile Hojbjerg, Riza Durmisi, Yussuf Poulsen, dan Lucas Andersen (Denmark).

Sementara, dari 21 pemain Argentina, hanya satu yang sudah memperkuat timnas senior, yakni bek kiri Jonathan Silva yang musim lalu bermain di AS Roma dan sekarang memperkuat klub La Liga, Leganes.

Gol Terbaik

Meski gagal membawa Argentina melangkah jauh, Ferreira menorehkan tanda yang sangat membekas di turnamen yang dijuarai Meksiko ini.

Di laga terakhir fase grup ketika Argentina kalah 1-3 dari Jepang pada 24 Juni 2011, Ferreira mencetak satu-satunya gol Albiceleste dengan spektakuler. Ini menjadi salah satu gol terbaik turnamen.

Dia melepaskan tendangan cungkil dari dekat tengah lapangan. Bola melambung tinggi dan menukik melewati kiper Jepang Kosuke Nakamura yang tak kuasa menepisnya. Nakamura kini sudah mengoleksi empat caps bersama Jepang senior.

Sementara, selepas Piala Dunia U-17 2011, Farreira gagal berkembang di Valez Sarsfield.

Pada musim 2016, Ferreira pergi dari klub yang pernah membesarkan Gonzalo Higuiain, Pablo Aimar, hingga Nicolas Otamendi itu. Dia bergabung dengan klub Argentina lain, Olimpo dan Independiente.

Ferreira tak juga punya karier yang bagus di Argentina dan akhirnya hijrah ke Malaysia sebelum melanglang ke Ekuador serta Chile dan sekarang menjajal kemampuan di Sleman.