PIALA ASIA: Pemain & Pelatih yang Pernah Ngambek Jadi Sosok Penting untuk Iran

Sardar Azmoun - Reuters/Ricardo Moraes
13 Januari 2019 17:45 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Iran memastikan diri lolos ke 16 besar Piala Asia 2019 setelah mengalahkan Vietnam 2-0 dalam laga kedua Grup D, Sabtu (12/1/2018). Dua gol Team Melli dicetak Sardar Azmoun, striker 24 tahun yang pernah ngambek dan memutuskan pensiun dari Timnas Iran.

Azmoun yang merumput di klub Rusia, Rubin Kazan, mencetak gol di menit ke-38 dan ke-69. Dia kini menjadi pencetak gol terbanyak sementara turnamen dengan catatan tiga gol. Sebelumnya, Azmoun juga mencatat namanya di papan skor kala Iran pesta lima gol tanpa balas ke gawang Yaman di laga pertama penyisihan grup.

Azmoun adalah penerus sahih Ali Daei, striker Iran yang mencetak 109 gol dalam 149 penampilan bersama Iran. Daei adalah pemain dengan rekor gol terbanyak untuk tim nasional dalam sejarah sepak bola modern.

Di usia 24 tahun, Azmoun sudah  42 kali memperkuat Iran dan mencetak 27 gol. Dengan persentase gol sebanyak ini, bukan tak mungkin Azmoun akan menapaki jejak yang pernah dilewati Ali Daei.

Sayangnya, karier Azmoun di Team Melli tak mulus. Dia gagal mencertak satu gol pun di Piala Dunia 2018 dan Iran kandas di fase grup, meski mampu menahan imbang Portugal dan mengalahkan Maroko.

Azmoun jadi salah satu kambing hitam para suporter dan dia akhirnya memutuskan pensiun dari kancah internasional pada usia yang masih sangat belia, yakni 23 tahun. Alasannya, ibunya tak tahan melihat Azmoun dihina oleh suporter kurang kerjaan yang selalu menuntut Iran tampil bagus. Padahal, ibunda Azmoun baru sembuh dari sakit keras.

Keputusannya berubah pada September 2018, dua bulan setelah Piala Dunia yang kurang menggembirakan bagi Iran. Pelatih Iran, Carlos Queiroz, membujuk Azmoun untuk meneruskan petualangan bersama Timnas Iran dan tak terburu-buru pensiun dini.

Azmoun menuruti keinginan Queiroz. Menurut dia, Queiroz dan kapten tim Masoud Shojaei memberinya banyak dorongan moral sehingga dia tak terlalu terpengaruh kritik dari fans.

“Saya adalah pejuang untuk negara saya dan sangat senang kembali bersama Timnas Iran,” ujar Azmoun dikutip Tehran Times sebelum Iran melakoni uji coba melawan Bolivia, September 2018.

Kontrak Queiroz

Tak cuma Azmoun yang mengurungkan niat mundur dari Timnas Iran. Di Rusia, Carlos Queiroz juga sempat menyatakan niatnya untuk tak memperpanjang kontrak melatih Iran seusai Piala Dunia.

Pelatih asal Portugal itu sudah menangani Iran sejak 2011 dan kontraknya selesai Juli 2018. Negosiasi perpanjangan ikatan kerja Queiroz dan Federasi Sepak Bola Iran macet. Musababnya, Queiroz menginginkan kontrak jangka panjang dan menangani Iran sampai Piala Dunia 2022. Sementara, Federasi Sepak Bola Iran hanya menawarinya kontrak hingga Piala Asia 2019.

Queiroz sempat meradang dan melontarkan kritik keras kepada pejabat federasi. Namun, kedua pihak kemudian mengalah. Queiroz sebenarnya yang paling banyak mengalah. Dia bersedia menangani Iran di Piala Asia 2019 sembari menegosiasikan perpanjangan kontrak.

Queiroz saat ini menangani Team Melli tanpa kesepakatan di atas kertas dan semata berdasarkan gentlemen’s agreement.

“Sayangnya, sampai sekarang kesepakatan antara saya dan federasi tidak mungkin dirampungkan,” ujar Queiroz dilansir Reuters sebelum Iran beruji coba dengan Uzbekistan beberapa waktu lalu.

“Ada kesepakatan di antara kami, sebuah gentleman’s agreement, yang sayangnya belum bisa diformalkan saat ini.”

Tehran Times menyebut bekas pelatih Real Madrid itu akan segera menyelesaikan perpanjangan kontrak yang bakal memberinya jaminan pekerjaan hingga Piala Dunia 2022 di Qatar pada tengah pekan ini.

16 Besar

Di Piala Asia 2019, Iran tinggal menghadapi Irak yang sama-sama sudah pasti melaju ke 16 besar. Keduanya akan bertanding pada Rabu (16/1/2019).

Sabtu kemarin, Irak mengatasi Yaman 3 - 0 lewat gol Mohanad Ali (11’), Bashar Resan (19’), dan Alaa Abbas (90’) untuk menggaransi tiket ke perdelapan final.

Iran dan Irak sudah mendulang nilai enam, sedangkan Vietnam dan Yaman yang sama-sama belum mengumpulkan poin masih memiliki peluang lolos sebagai salah satu dari empat peringkat ketiga terbaik dari enam grup.

Dari Grup E, Aeab Saudi menekuk Lebanon dengan skor 1 - 0 melalui gol Fahad Al Muwallad (12’) dan Housain Al Mogahwi (67’).

Dengan kemenangan itu, Saudi telah mengumpulkan nilai enam dan menduduki posisi teratas klasemen sementara Grup E serta dipastikan lolos ke 16 besar seridaknya sebagai runner up grup.

Saudi diikuti Qatar dengan nilai tuga tetapi baru memainkan satu pertandingan. Tempat ketiga dan keempat diisi Lebanon dan Korea Utara. Keduanya belum mengumpulkan angka.

Korea Utara akan berhadapan dengan Qatar pada Minggu (13/1/2019) petang ini pukul 18.00 WIB. Jika menang, Qatar akan melaju ke 16 besar.

Sejauh ini, sudah enam tim yang memastikan lolos ke fase gugur, yakni Iran, Irak, Saudi, Yordania, China, dan Korea Selatan.