PIALA DUNIA 2018: Palagan Terakhir Para Legenda

Andres Iniesta - Reuters/Toru Hanai
24 Mei 2018 17:25 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :
Adplus Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA—Piala Dunia 2018 akan menjadi arena akbar terakhir bagi beberapa pemain. Pada usia yang tergolong sepuh untuk ukuran pesepak bola, mereka akan mengucapkan salam perpisahan dengan sepak bola internasional di Rusia nanti.

 

Rafael Marquez, 39 (Meksiko)

“Saya pikir tak ada kata yang cukup untuk menggambarkan apa yang sudah dia sumbangkan untuk semua pemain Meksiko. Bahkan jika saya harus menyerahkan satu tempat di tim nasional untuknya, saya akan serahkan tempat itu,” demikian ungkapan penghargaan Carlos Vela, bekas striker Arsenal dan Real Sociedad, terhadap Marquez seperti dikutip dari fifa.com.

Marquez pensiun pada April 2018 lalu setelah 22 tahun malang melintang di sepak bola profesional. Kariernya di Eropa merentang dari Monaco, Barcelona, dan Hellas Verona. Namun, pelatih Meksiko Juan Carlos Osorio memintanya turun gunung untuk membela El Tricolor di Rusia karena Meksiko butuh pemain berpengalaman yang mampu memimpin tim di laga-laga berat. Jika dimainkan di Piala Dunia 2018, Marquez akan menyamai rekor kompatriotnya, Antonio Carbajal, sebagai pemain yang tampil di lima Piala Dunia.

Sebenarnya Marquez bisa menjadi satu-satunya pemain yang berlaga di enam Piala Dunia. Sayang, pada Piala Dunia 1998 saat umurnya 19 tahun, bek yang juga mahir menjadi gelandang ini tak dibawa ke Prancis. Empat tahun kemudian di Korea dan Jepang, Marquez mengenakan ban kapten tim nasional.

Debut Piala Dunia : Meksiko 1-0 Kroasia, 3 Juni 2002

Turnamen : 2002, 2006, 2010, 2014

Penampilan : 16

Momen penting : 2010, gol penyama kedudukan di di laga pembuka melawan Afrika Selatan

 

Andres Iniesta, 34 (Spanyol)

Xavi, rekan Iniesta di Barcelona dan Spanyol suatu ketika berkata, “Iniesta adalah pemain paling berbakat yang pernah dimiliki Spanyol.”

Iniesta menatah namanya dalam sejarah Piala Dunia di Soccer City, Johannesburg, Afrika Selatan, pada 11 Juli 2010, pukul 10.37 waktu setempat. Dia mencetak gol ke gawang kiper Belanda, Maarten Stekelenburg, pada perpanjangan waktu. Spanyol untuk kali pertama berhasil menjadi juara dunia.

Iniesta mencatat debut bersama Spanyol saat masuk di babak kedua dalam laga melawan Rusia, 27 Mei 2006. Sejak saat itu, dia menjadi figur sentral di Tim Matador. Iniesta sudah memutuskan pergi meninggalkan Barcelona, klub yang membesarkan namanya. Kabarnya dia akan berkarier di Jepang bersama Vissel Kobe. Juni nanti, Si Penyihir Putih punya kesempatan menjadi pemain terbesar di Piala Dunia asal mampu mengantar Spanyol menjadi kampiun.

Debut Piala Dunia : Arab Saudi 0-1 Spanyol, 23 Juni 2006

Turnamen : 2006, 2010, 2014

Penampilan : 10

Momen penting : Gol di final Piala Dunia 2010.

 

Tim Cahill, 38 (Australia)

“Timmy adalah Timmy, dan itulah alasan dia menjadi yang terhebat.”

Ange Postecoglou, bekas pelatih Australia memberikan pijian hiperbolis tersebut setelah Cahill mencetak dua gol ke gawang Suriah sehingga Australia melaju ke play off interkontinental melawan Honduras. Tanpa Cahill, Australia bisa saja kalah dari negeri yang diamuk perang berkepanjangan.

Cahill adalah figur paling konsisten dalam sejarah sepak bola Australia. Cahil tergolong telat mekar. Dia baru mencatat debut bersama Australia pada umur 24 tahun. Masa mudanya tenggelam di bawah bayang-bayang Harry Kewell.

Cahill sekarang sudah mengoleksi 105 caps, hanya kalah empat pertandingan dari kiper Mark Scwarzer yang menjadi pemegang penampilan terbanyak bersama Socceroos. Cahill sudah membuat 50 gol. Catatan yang menempatkannnya sebagai top scorersepanjang masa Negeri Kanguru. Ihwal yang bikin Cahill sangat mengagumkan adalah dia sebenarnya berposisi natural sebagai gelandang, sebelum perlahan-lahan bertransformasi menjadi striker saat memperkuat Everton.

Dua gol Cahill ke gawang Jepang pada Piala Dunia 2006 memberi Australia kemenangan perdana di Piala Dunia. Cahilll sudah mencetak lima gol sejauh ini. Golnya ke gawang Cile di Brasil 2014 membuatnya menjadi satu-satunya pemain Australia yang mencetak gol di tiga Piala Dunia. Peluangnya memperpanjang rekor sangat terbuka di Rusia. Sampai sekarang, tak ada striker seulung Cahill di Socceroos.

Debut Piala Dunia : Australia 3-1 Jepang, 12 Juni 2006

Turnamen : 2006, 2010, 2014

Penampilan : 8

Momen penting : Sepakan voli melawan Belanda di Piala 2014. Gol yang sangat indah.

 

Javier Mascherano, 33 (Argentina)

Menurut Pep Guardiola, Javier Mascherano merupakan pemain paling cerdas yang pernah dia latih. Di River Plate, Corinthians, West Ham, dan Liverpool, Mascherano adalah gelandang jangkar. Begitu pindah ke Barcelona dan diminta menjadi bek tengah, Mascherano tak kesulitan dan bahkan bisa mengeluarkan kualitas terbaiknya, yakni kepiawaian membaca arah permainan.

Mascherano tak tergantikan di La Albiceleste. Dia tampil dalam setiap menit di semua laga Argentina pada tiga Piala Dunia terakhir. Pada debutnya di 2006, Mascherano langsung diserahi tanggung jawab sebagai kapten oleh Diego Maradona yang kala itu menjadi pelatih. Maradona memujinya secara agak lebay, menyebut Argentina sebagai tim “Mascherano dan sepuluh pemain lain”.

Empat tahun lalu, jika saja Mario Gotze tak bikin gol ke gawang Sergio Romero, bisa jadi Mascherani menjadi man of the match babak final. Ketenangannya mampu meredam gelombang serangan Jerman. Di Rusia nanti, Mascherano yang kini berkarier di Tiongkok bersama Hebei China Fortune punya kesempatan terakhir untuk menebus kegagalan di Brasil 2014.

Debut Piala Dunia : Argentina 2-1 Pantai Gading, 10 Juni 2006

Turnamen : 2006, 2010, 2014

Penampilan : 16

Momen penting : Tekel terhadap Arjen Robben di menit terakhir semifinal Piala Dunia 2014.

 

 

Adplus Tokopedia