Advertisement

Profil Tokyo Verdy, Klub Baru Pratama Arhan yang Pernah Dilatih Juara Dunia & Mencoba Merekrut Francesco Totti

Budi Cahyana
Rabu, 16 Februari 2022 - 19:17 WIB
Budi Cahyana
Profil Tokyo Verdy, Klub Baru Pratama Arhan yang Pernah Dilatih Juara Dunia & Mencoba Merekrut Francesco Totti Pratama Arhan resmi bergabung dengan Tokyo Verdy. - Instagram

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan resmi bergabung dengan Tokyo Verdy, klub J2 League. Tokyo Verdy pernah mencoba meminang legenda Italia, Francesco Totti, lima tahun lalu dan sukses bersama juara Piala Dunia 1978 asal Argentina, Osvaldo Ardilles, pada musim 2004/2005.

Tokyo Verdy sekarang hanya berkompetisi di kasta kedua Liga Jepang. Namun, klub Ibu Kota tersebut pernah mengalami masa kejayaan pada dekade 1980-an hingga 1990-an serta pertengahan 2000-an sebelum terjerembab di J2 League.

BACA JUGA: Ronaldo Kwateh, Pemecah Rekor Timnas yang Sering Disangka Orang Asing padahal Berlogat Jogja

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Tokyo Verdy adalah klub dengan koleksi trofi terbanyak di Liga Jepang dengan 25 titel. Tokyo Verdy menjuarai Liga Champions Asia pada 1987, menjadi satu dari tujuh klub Jepang yang pernah meraih titel juara Asia selain Urawa Red Diamonds, Jubilo Iwata, JEF United Chiba, Gamba Osaka, Kashima Antlers, dan Yokohama F. Marinos.

Tokti Verdy lahir pada 1969 dengan nama Yomiuri FC dan kali bertama berlaga di Divisi V Liga Jepang. Yomiuri FC naik kasta ke Divisi Utama Liga Jepang (sekarang J League) pada 1978 dan berkat sokongan sponsor, mengubah nama menjadi Verdy Kawasaki pada 1993. Yomiuri FC/Verdy Kawasaki menjuarai J League tujuh kali pada 1983, 1984, 1986/87, 1990/91, 1991/92, 1993, dan 1994.

Di masa kejayaan itu, Verdy Kawasaki diperkuat salah satu legenda sepak bola Jepang yang tak lekang oleh zaman, Kazuyoshi Miura. Miura sempat dipinjamkan ke klub Serie A, Genoa, pada musim 1994 dan setelah Piala Dunia 1998 hijrah ke Dinamo Zagreb di Kroasia. Sampai sekarang di usianya yang ke-54, Miura masih menjadi pesepak bola bersama Suzuka Point Getters di Divisi IV Liga Jepang.

Verdy Kawasaki kemudian mengubah nama menjadi Tokyo Verdy pada 2001. Dengan nama baru, Tokyo Verdy berhasil menjuarai Emperor’s Cup (semacam Piala FA Jepang)  pada 2005.

BACA JUGA: Resmi, Pratama Arhan Gabung Tokyo Verdy

Saat itu, Tokyo Verdy dilatih Osvaldo Ardiles yang semasa menjadi pemain sukses menjuarai Piala Dunia 1978 bersama Argentina dan Piala FA dua musim beruntun pada 1980/1981 dan 1981/1982.

Advertisement

Ironisnya, setelah menjuarai Emperor’s Cup, Tokyo Verdy langsung terdegradasi ke J2 sehingga klub tersebut menjadi klub Divisi II Liga Jepang yang berlaga di Liga Champions Asia. Setelah sempat promosi ke J League pada 2008, Tokyo Verdy kembali terjun ke J2 League pada 2009 sampai sekarang.

Rekrut Totti

Sebagai klub kompetisi kasta kedua, Tokyo Verdy punya ambisi besar. Pada musim 2017, Tokyo Verdy berencana menggaet Francesco Totti yang baru saja mengakhiri kontrak bersama AS Roma, klub yang dia bela selama 25 tahun.

“Kami tertarik dengan Totti dan kami sudah menjalin kontak dengannya,” Presiden Tokyo Verdy Hanyu Hideaki kepada Nikkansports, Selasa (27/6/2017).

Advertisement

Rencana itu tak terlaksana. Totti memilih gantung sepatu dan hanya memperkuat satu klub sepanjang karier profesionalnya.

Kini, Tokyo Verdy merekrut salah satu bakat paling menonjol dari Indonesia, bek kiri Pratama Arhan.

BACA JUGA: Yevhen Bokhashvili: Striker Incaran PSS yang Pernah Melawan Paul Pogba, Raphael Varane, & Samuel Umititi

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan Arhan dilepas ke Tokyo Verdy dengan bebas transfer pada Rabu (16/2/2022).

Advertisement

Tokyo Verdy mengumumkan bergabungnya Pratama Arhan lewat akun Instagram resmi mereka. Arhan akan menjadi pemain Indonesia pertama yang membela Tokyo Verdy.

Kontrak Pratama Arhan dengan PSIS Semarang tersisa hingga 31 Desember 2022. Namun, PSIS Semarang tak akan mendapatkan uang dari kepindahan Arhan karena dalam kontrak si pemain terdapat klausa pelepasan yang membuat PSIS tak bisa menolak pemain hengkang ke tim asal Korea Selatan, Jepang, atau Eropa.

 

 

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Awal Bulan Depan, Delegasi FIM Kunjungi Sirkuit Mandalika

Olahraga
| Kamis, 29 September 2022, 05:57 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement