PSIM Sudah Diprediksi Gagal Promosi Sebelum Laga, Ini Tanggapan Seto

Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro - Harian Jogja/Jumali
30 Desember 2021 20:42 WIB Ichsan Kholif Rahman Sepakbola Share :

Harianjogja.com, BOGOR—PSIM Jogja gagal promosi ke Liga 1 musim depan setelahkalah 0-1 dari Martapura Dewa United dalam laga perebutan tempat ketiga di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Kamis (30/12/2021) malam.

Di media sosial Twitter, sudah ada prediksi bahwa PSIM Jogja gagal di tahun ini. Tiga tim lain, Persis Solo, Dewa United, dan Rans Cilegon FC. Seto mengaku tidak memedulikan prediksi dalam tulisan kertas. Jika benar artinya Tuhan mengizinkan.

“Saya tidak ingin berprasangka buruk, kalau mau sepak bola baik harus diperbaiki secara keseluruhan. Alarm memang ada. Saya pilih introspeksi diri untuk mengelola sebuah tim,” kata Seto Nurdiyantoro, pelatih PSIM, seusai laga.

Ia mengatakan kompetisi musim ini tidak ideal karena pandemi. Sejak awal seluruh skuat juga kerepotan dengan penyesuaian diri masa pandemi. Laga yang padat membuat resiko cedera tinggi. Sehingga sudah ada pembelajaran pribadi untuk Seto.

“Mau tidak mau harus kami dukung karena ini laga awal saat pandemi,” imbuh Seto.

Seto menyebut dia yang paling bertanggung jawab setelah PSIM Jogja tidak lolos ke Liga 1. Dia pun mengaku dalam beberapa saat ingin rehat dari sepak bola. “Secara kontrak saya berakhir bulan ini, saya ingin lepas dari sepak bola dulu untuk refreshing. Saya tidak tahu kelanjutannya. Belum ada tawaran dari Liga 1, saya tidak tahu kalau ada tawaran dari Eropa,” kata Seto.

Impian PSIM Jogja melaju Liga 1 digagalkan oleh gol Gufroni Al Maruf menit ke-46 babak pertama. Gufroni sukses memanfaatkan umpan silang dari sisi kiri dengan tendangan keras ke sisi kanan penjaga gawang PSIM Jogja, Imam Arief.

Laskar Mataram, julukan PSIM Jogja tidak diperkuat pemain pilar mereka seperti Hapidin, Yudha Alkanza, dan Benny Wahyudi.

Pelatih PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro, seusai laga, mengucapkan terima kasih kepada Dewa United yang lolos ke Liga 1. Ia meminta maaf kepada seluruh pendukung PSIM Jogja karena gagal lolos ke Liga 1 tahun ini. Menurutnya kekalahan itu merupakan jalan Tuhan yang terbaik.

“Semoga PSIM Jogja semakin sukses sebagai tim legenda di Indonesia. Jalannya pertandingan sangat menarik. Saling serang, kami ketinggalan di babak pertama. Di babak kedua kami mencoba ingin menyamakan kedudukan dengan pergantian. Tapi belum berhasil,” kata dia.

Seto mengapresiasi pemain karena sudah berjuang keras dan fokus meraih kemenangan.

Selesai pertandingan, para pemain sempat mendatangi wasit yang memimpin laga itu yakni Cahya Sugandi asal Jakarta. Seto mengatakan para pemain menanyakan suatu hal secara baik-baik.

“Saya tidak tahu pasti kenapa pemain kami mengelilingi wasit. Mungkin tanya makanan kesukaannya apa atau minuman kesukaan apa, mungkin karena saya tidak tahu,” kata dia.