Timnya Jalani Laga Hidup Mati di Liga 2, Atta Halilintar Tak Bisa Tidur

Atta Halilintar - Instagram @attahalilintar
30 November 2021 18:07 WIB Ichsan Kholif Rahman Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Tim milik pesohor Atta Halilintar, AHHA PS Pati FC alias PSG Pati, lolos dari lubang jarum dan selamat dari ancaman degradasi. PSG Pati dipastikan bertahan di Liga 2 musim depan setelah bermain imbang melawan Hizbul Wathan Football Club (HWFC) pada pertandingan terakhir Grup C Liga 2 2021 di Stadion Manahan Solo, Selasa (30/11/2021).

Hasil itu membuat HWFC terpaut satu poin dari PSG Pati yang berhasil mengoleksi lima poin. Pelatih PSG Pati, Joko Susilo, mengatakan sangat bersyukur dengan hasil ini karena timnya bertahan di Liga 2. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang sudah berusaha semaksimal mungkin.

BACA JUGA: Laga Lawan PSCS adalah Performa Persis Paling Buruk Musim Ini

“Terima kasih kepada manajemen dan suporter. Terima kasih bos Atta Halilintar dan Putra Siregar yang selalu memotivasi. Bos Atta sampai tidak tidur malam lalu,” kata Joko.

Ia menambahkan evaluasi musim ini segera diserahkan ke manajemen dan tidak bisa disampaikan ke awak media lebih dulu. Menurutnya Atta Halilintar sudah memberi sinyal soal kelanjutan tim.

“Laga ini sangat berat, hampit sepekan tekanan sangat berat. Tetapi alhamdulillah,” kata dia.

Pemain PSG Pati, Nughroho Faturrahman, mengatakan sangat bersyukur dengan hasil imbang ini. Pemain bermain dua kali lipat untuk mempertahankan PSG Pati di Liga 2.

HWFC memerlukan kemenangan untuk dapat bertahan di Liga. PSG Pati yang bermain tanpa pilar andalan seperti Zulham Zamrun dan Osas Saha juga bergantian menekan. Riski Novriansyah menjadi ujung tombak serangan skuat berjuluk Java Army itu. Di pertengahan babak pertama, tim milik Atta Halilintar itu memperoleh kesempatan mencetak gol lewat tendangan penalti. Syaiful Indra Cahya yang turun menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya.

Syaiful mengenai tiang gawang sebelah kiri padahal kiper HWFC, Ferdiansyah menebak ke arah yang salah. Sepanjang babak pertama kedua tim saling serang dengan memanfaatkan serangan balik.

Di babak kedua, HWFC langsung mengambil inisiatif serangan. Nahas, serangan balik cepat oleh lini tengah PSG Pati mampu dimanfaatkan lini depan, tendangan Nugroho Faturrahman yang ditepis kiper disambut oleh Dadang Apridianto. Kiper HWFC gagal menghalau bola dan PSG Pati memimpin keunggulan. HWFC terus menyerang merespons ketinggalan.

BACA JUGA: Raih Ballon d'Or Ketujuh, Messi: Dua Tahun Lalu Saya Kira yang Terakhir

Menit ke-77 umpan silang penyerang HWFC, Vengko Armedya yang ditepis kiper PSG Pati berhasil dimanfaatkan Rizky Senna untuk menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang wasit asal Sulawesi Utara, David Son, berbunyi. Hasil itu membuat HWFC turun ke kasta ketiga Liga Indonesia. Para pemain HWFC pun menangis meratapi hasil itu.

Hasil itu membuat HWFC turun ke kasta ketiga Liga Indonesia. Para pemain HWFC pun menangis meratapi hasil itu.

Asisten Pelatih HWFC, Agam Haris, menerima hasil minor dengan kerja keras para pemain HWFC. Ia mengapresiasi performa terbaik skuat yang berjuang hingga 90 menit tanpa henti.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain,” kata Agam.

 

Sumber : JIBI/Solopos