Main Imbang Lawan Tim Atta Halilintar, Tim Milik Muhammadiyah Terdegradasi ke Liga 3

HWFC - Instagram @hizbulwathanfc
30 November 2021 17:37 WIB Ichsan Kholif Rahman Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO—Tim milik Muhammadiyah, Hizbul Wathan Football Club (HWFC) harus terdegradasi ke Liga 3 setelah bermain imbang 1-1 melawan PSG Pati dalam laga terakhir fase grup Liga 2 di Stadion Manahan Solo pada Selasa (30/11/2021). HWFC hanya terpaut satu poin dari PSG Pati yang berhasil mengoleksi lima poin.

Menurunkan skuat terbaiknya seperti Taufiq Kasrun, Vengko Armedya, dan Rizky Senna, tim asuhan Freddy Muli itu terus menekan sejak babak pertama.

BACA JUGA: Laga Lawan PSCS adalah Performa Persis Paling Buruk Musim Ini

HWFC memerlukan kemenangan untuk dapat bertahan di Liga. PSG Pati yang bermain tanpa pilar andalan seperti Zulham Zamrun dan Osas Saha juga bergantian menekan. Riski Novriansyah menjadi ujung tombak serangan skuat berjuluk Java Army itu. Di pertengahan babak pertama, tim milik Atta Halilintar itu memperoleh kesempatan mencetak gol lewat tendangan penalti. Syaiful Indra Cahya yang turun menjadi eksekutor gagal menjalankan tugasnya.

Syaiful mengenai tiang gawang sebelah kiri padahal kiper HWFC, Ferdiansyah menebak ke arah yang salah. Sepanjang babak pertama kedua tim saling serang dengan memanfaatkan serangan balik.

Di babak kedua, HWFC langsung mengambil inisiatif serangan. Nahas, serangan balik cepat oleh lini tengah PSG Pati mampu dimanfaatkan lini depan, tendangan Nugroho Faturrahman yang ditepis kiper disambut oleh Dadang Apridianto. Kiper HWFC gagal menghalau bola dan PSG Pati memimpin keunggulan. HWFC terus menyerang merespons ketinggalan.

Menit ke-77 umpan silang penyerang HWFC, Vengko Armedya yang ditepis kiper PSG Pati berhasil dimanfaatkan Rizky Senna untuk menyamakan kedudukan. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang wasit asal Sulawesi Utara, David Son, berbunyi. Hasil itu membuat HWFC turun ke kasta ketiga Liga Indonesia. Para pemain HWFC pun menangis meratapi hasil itu.

Hasil itu membuat HWFC turun ke kasta ketiga Liga Indonesia. Para pemain HWFC pun menangis meratapi hasil itu.

Asisten Pelatih HWFC, Agam Haris, menerima hasil minor dengan kerja keras para pemain HWFC. Ia mengapresiasi performa terbaik skuat yang berjuang hingga 90 menit tanpa henti.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pemain,” kata Agam.

Pemain HWFC Vengko Armedya, mengatakan para pemain sudah bekerja keras namun Tuhan belum memberi kemenangan. Ia memilih bersyukur dengan hasil yang diperoleh dalam laga kali ini.

Pelatih PSG Pati, Joko Susilo, mengatakan sangat bersyukur dengan hasil yang diperoleh karena berhasil bertahan di Liga 2. Ia mengucap terima kasih kepada para pemain yang sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Terima kasih kepada manajemen dan suporter. Terima kasih bos Atta dan Putra Siregar yang selalu memotivasi. Bos Atta sampai tidak tidur malam lalu,” kata Joko.

Ia menambahkan evaluasi musim ini segera diserahkan ke manajemen dan tidak bisa disampaikan ke awak media lebih dulu. Menurutnya Bos Atta Halilintar sudah memberi sinyal soal kelanjutan tim.

“Laga ini sangat berat, hampit sepekan tekanan sangat berat. Tetapi alhamdulillah,” kata dia.

Pemain PSG Pati, Nughroho Faturrahman, mengatakan sangat bersyukur dengan hasil imbang ini. Pemain bermain dua kali lipat untuk mempertahankan PSG Pati di Liga 2.