Advertisement

PSSI Laporkan Dugaan Suap Pengaturan Skor Liga 2 ke Polda Metro Jaya

Newswire
Minggu, 07 November 2021 - 05:27 WIB
Sunartono
PSSI Laporkan Dugaan Suap Pengaturan Skor Liga 2 ke Polda Metro Jaya Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. - PSSI

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melaporkan kasus dugaan suap yang melibatkan eks pemain klub Liga 2 Perserang ke Polda Metro Jaya.

“Kami sudah mengirimkan surat ke Kapolda Metro Jaya, karena hanya pihak Kepolisian yang bisa menelusuri persoalan suap ini,” ujar Iriawan di Kantor PSSI, Jakarta, Sabtu (6/11/2021).

Menurut pria yang biasa disapa Iwan Bule itu, PSSI memiliki batas untuk melakukan pendalaman terhadap kasus suap tersebut.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Salah satu aspek yang tak dapat dijangkau PSSI adalah otoritas sepak bola Indonesia tak bisa memanggil dan memeriksa orang-orang di luar sepak bola.

Selain itu, PSSI tak memiliki teknologi untuk menelusuri nomor rahasia (private number) yang dipakai terduga pelaku untuk menghubungi pemain terkait.

“Kami tak memiliki kemampuan sampai ke sana. PSSI sudah melakukan tindakan dari sisi sepak bola. Selanjutnya penanganan kami serahkan ke polisi,” kata Iriawan.

Iriawan pun berharap pihak Polda Metro Jaya dapat segera menuntaskan kasus dugaan suap tersebut.

Purnawirawan Polisi berpangkat akhir Komisaris Jenderal itu mengatakan, PSSI bertekad membersihkan sepak bola Indonesia dari praktik-praktik kotor.

“PSSI tidak akan menoleransi perbuatan seperti itu,” tutur Iriawan.

Advertisement

PSSI melalui Komite Disiplin (Komdis) memutuskan lima eks pemain Peserang terlibat dalam percobaan suap pertandingan Liga 2 Indonesia 2021–2022, dan menghukum mereka dengan larangan beraktivitas selama 2–5 tahun, serta denda puluhan juta rupiah.

Kelima mantan pemain Perserang yang mendapatkan sanksi dari PSSI, yakni Eka Dwi Susanto, Fandy Eky, Ivan Julyandhy, Ade Ivan Hafilah, dan Aray Suhendri.

Selain itu, ada satu lagi sosok yang dihukum karena terbukti mencoba melakukan suap, yaitu pesepak bola klub Liga 3, Persic Cilegon, Muhammad Diksi Hendika.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Logo Honda Kembali Dipasang di Mobil F1 Tim Red Bull

Olahraga
| Rabu, 05 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement