PSS Sleman Kalah Lagi, Marco Gracia Paulo Dipecat

Bek PSS Sleman Arthur Irawan berebut bola dengan penyerang Bali United Melvin Platje pada laga Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (27/10/2021) malam. - Instagram @pssleman
28 Oktober 2021 02:27 WIB Budi Cahyana Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO - PSS Sleman kembali terkulai. Pada laga pekan kesembilan Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo, Rabu (27/10/2021), Super Elang Jawa kalah 0-2 dari Bali United. Bersamaan dengan hasil buruk tersebut, pemegang saham PSS mengumumkan pemecatan Marco Gracia Paulo dari jabatan Direktur Utama PT PSS.

PSS tampil buruk melawan Bali United. Pada babak pertama, tim racikan Dejan Antonic bahkan tak mampu melepaskan tembakan tepat mengarah ke gawang dari tiga percobaan. PSS beruntung tak kebobolan meski terkurung karena Bali United juga loyo di depan gawang.

Namun, pada babak kedua, Bali United tampil menggigit. Sementara, performa PSS tak meningkat.

Tim asuhan Stefano Cugurra langsung menggebrak setelah turun minum. Hanya dua menit setelah jeda permainan, Melvin Platje berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan umpan terobosan Eber Bessa, yang baru masuk menggantikan Kadek Agung pada awal babak kedua.

Serdadu Tridatu menggandakan keunggulan pada menit ke-72 lewat gol Eber Bessa yang memanfaatkan asis Yabes Roni.

Hasil minor ini membuat PSS tertahan di anak tangga ke-15 klasemen sementara, hanya satu setrip di atas zona degradasi. PSS baru mengemas delapan angka dari sembilan laga. Sementara, Bali United melejit ke peringkat kelima dengan 15 poin.

Setelah pertandingan, PSS mengumumkan perombakan direksi. Marco Gracia Paulo diberhentikan dari jabatan Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), perusahaan pengelola PSS Sleman. Marco diganti Andywardhana Putra. Belakangan, Marco menjadi musuh publik sepak bola Sleman setelah melontarkan wacana memindah markas PSS. Ide itu spontan muncul saat Marco merespons tuntutan suporter untuk memecat Pelatih Dejan Antonic. Marco mengatakan direksi bisa memecat Dejan, tetapi setelah itu akan membawa PSS keluar dari Sleman. Omongan Marco menyulut emosi banyak pihak sehingga tagar #marcoout selalu disuarakan suporter PSS, bersamaan dengan tagar #dejanout dan #arthurout.