Kecurian di Menit Akhir, PSIM Harus Puas dengan Hasil Imbang

Skuat PSIM Jogja - Instagram @psimjogja_official
25 Oktober 2021 21:47 WIB Sunartono Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA--PSIM Jogja harus puas dengan hasil imbang 2-2 saat menjamu Persijap Jepara dalam laga lanjutan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan Surakarta, Senin (25/10/2021) malam. PSIM yang sempat unggul lebih dahulu pun harus kecolongan di menit akhir. PSIM harus kehilangan poin atas pertandingan tersebut.

Pada babak pertama PSIM lebih unggul melakukan serangan dan beberapa kali memperoleh peluang. Hingga pada menit ke-28 Ahmad Ihwan berhasil menyarangkan bola ke gawang Persijap dan mengubah kedudukan menjadi 1-0 kosong untuk PSIM. Pada babak pertama PSIM unggul atas Persijap.

Pertandingan pada babak kedua, Persijap lebih ngotot melakukan serangan sedangkan PSIM berusaha untuk mempertahankan kemenangannya. Pada ke-51 berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. PSIM kembali melakukan serangan hingga pada menit ke Ihwan kembali mencetak gol pada menit ke-66 sehingga skor menjadi 2-1 untuk PSIM.

Pada menit 89 di waktu normal PSIM harus kecurian gol lewat tendangan dari pemain Persijap Ricki Ariansyah mengeksekusi tendangan bebas menghasilkan gol cantik merobek ke gawang PSIM yang dijaga Imam Arief. Hingga berakhirnya babak kedua, pertandingan antara PSIM dan Persijap sama-sama kuat.

Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara menjelaskan dengan hasil 2-2 tersebut ia tetap bersyukur meskipun di luar dari harapannya sebagai pelatih. Para pemain sebenarnya sudah mati-matian untuk meraih kemenangan. Ia berharap para tetap memiliki semangat untuk persiapan pada pertandingan selanjutnya.

“Pada babak pertama bermain tidak terlalu cepat mengatur tempo, walaupun di awal kita coba untuk menghambat serangan, momentum ini bagus, bahkan beberapa kali kami ada peluang di babak pertama [setelah tercipta gol],” katanya dalam konferensi pers usai laga.

Seto mengakui pada babak kedua ia mengatur strategi bertahan demi mempertahankan satu gol kemenangan yang diraih anak asuhnya. Tetapi Persijap Jepara terus melakukan serangan.

“Mungkin belum jatah kita untuk menang, karena ada sesuatu yang di luar kendali saya tetapi apa pun itu kita harus ada evaluasi baik dari diri saya sendiri maupun pemain

Pada pertandingan putaran kedua, lanjutnya, harapannya para pemain lebih siap dan memiliki semangat ngotot meraih kemenangan.

Seto mengakui dalam pertandingan itu timnya kecolongan di menit, menurutnya banyak tim yang mengalami kejadian tersebut atau lengah di menit akhir. “Karena mungkin faktor kelelahan,

PSIM, lanjutnya, sebenarnya sudah melakukan penyegaran dengan pergantian pemain sehingga ia memastikan pemainnya dalam kondisi baik. Hanya saja kemudian terjadi pelanggaran yang menjadi biang terbobolnya gawang PSIM. Dari luar lapangan ia terus memacu semangat pemain dan mengingatkan agar bertahan dan fokus.

“Saya tidak tahu apakah memang terjadi pelanggaran di sana, tetapi oke kita harus terima. Kami tetap evaluasi. Mungkin kecurian di menit akhir itu faktor kelelahan dan fokus mulai berkurang,” katanya

Pemain PSIM Jogja Firman Septian mengatakan sebenarnya timnya bisa memaksimalkan kemenangan. Hanya saja harus kecolongan di menit akhir. “Kita kecolongan di menit-menit terakhir, ini akan jadi bahan evaluasi kami pemain dan para pelatih ke depan untuk putaran kedua,” ujarnya.

Asisten Pelatih Persijap Jepara Suganda menyatakan tim pelatih sudah berkali-kali memberikan arahan agar para pemain tidak melakukan kesalahan. Namun ia tetap optimistis ke depan akan membaik dengan hasil seri melawan PSIM tersebut.

“Sesuai arahan Coach Jaya Hartono sudah mengupayakan semaksimal mungkin bagaimana setiap pemain tidak melakukan kesalahan dengan kejadian yang sama,” ucapnya.