Demi Poin, PSIM Siap Mati-matian Lawan PSG

Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro - Instagran @PSIMJogja_Official
18 Oktober 2021 19:27 WIB Sunartono Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA--PSIM Jogja akan berhadapan dengan PSG Pati dalam lanjutan Grup C Liga 2 di Stadion Manahan Solo, Selasa (19/10/2021). PSIM bertekad bermain mati-matian dalam laga tersebut karena dalam tiga pertandingan terakhir banyak kehilangan poin.

Pemain PSIM Jogja Imam Witoyo mengatakan ia bersama rekan setimnya sudah mempersiapkan dengan baik menghadapi PSG untuk mendapatkan poin. Mengingat dalam tiga laga terakhir hasilnya belum maksimal, oleh karena semua bersemangat untuk berjuang maksimal melawan klub milik Youtuber Atta Halilintar tersebut.

“Insyaallah besok kita berjuang mati-matian, untuk suporter minta doanya agar berjalan lancar dengan hasil yang baik,” katanya dalam konferensi pers, Senin (18/10/2021).

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara menambahkan semua persiapan telah dilakukan dalam menghadapi PSG. Sejumlah pertandingan sebelumnya dijadikan referensi sebagai evaluasi untuk perbaikan tim. Meski ada beberapa pemain yang tidak dalam kondisi prima dan harus menunggu perkembangan dari tim medis, Seto memastikan semua sudah siap. Ia tidak menampik, pertandingan terakhir melawan Persis Solo menjadi motivasi tersendiri untuk mendapatkan poin.

“Saya rasa PSG Pati mempunyai materi pemain yang cukup bagus, apalagi di grup ini punya kualitas sama. Kami waspadai semua pemain,” ujarnya.

Seto menegaskan target dari pertandingan itu adalah menang. Tetapi menurutnya kemenangan sangat ditentukan oleh kondisi tim dalam keadaan baik saat bermain terutama para pemain.

“Kami hanya bisa mencoba, kalau target pasti ingin memenangi pertandingan, Pati juga ingin memenangkan pertandingan, di situ siapa yang dalam kondisi baik, siap, baik dari pemain, itu mungkin yang akan memenangi pertandingan. Kami sudah banyak kehilangan poin,” ucapnya.

Pelatih PSG Pati Joko Susilo menyatakan meski di timnya banyak pemain bintang, namun PSIM Jogja tak bisa dianggap enteng. Sosok Seto Nurdiyantara menurut menjadi salah satu alasannya. Karena kualitas racikannya dalam menentukan strategi permainan yang berkualitas.

“Dengan pelatih Seto kami sangat mengerti kualitas beliau, selain itu ada beberapa pemain yang dulu bergabung dengan saya yang punya kualitas pemain yang sangat berkualitas, ada Benny, Purwaka, kami harus waspada untuk menghadapi pertandingan besok,” katanya.

Namun dari sekian kekhawatiran, kata Joko, serangan balik PSIM yang menurutnya paling harus diwaspadai oleh PSG. “Yang kami antisipasi, striker PSIM cukup bahaya, wingnya juga mempunyai kecepatan dan secara tim bagu, selain itu counter attack PSIM ini sangat cepat itu yang kami waspadai,” ujarnya.