Derbi Mataram Hasil Imbang, Pelatih PSIM Seto: Pemain Belum Bisa Tampil Lepas

Pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantoro saat memberikan keterangan di depan awak media - IG : PSIMJogja_Official
12 Oktober 2021 23:07 WIB Sunartono Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO--Derbi Mataram yang menampilkan duel PSIM Jogja melawan Persis Solo pada Selasa (12/10/2021) malam berakhir tanpa gol. Kedua kesebelasan menunjukkan permainan sama-sama kuat dan terpaksa harus berbagi satu poin pada laga di Grup C Liga 2 dengan skor 0-0.

Pelatih PSIM Joagja Seto Nurdiyantara mengakui pada babak pertama anak asuhnya terus tertekan oleh serangan Persis. Namun PSIM berusaha menunjukkan permainan sesuai karakternya sehingga mampu menghentikan setiap laju serangan. Meski ada beberapa peluang namun belum membuahkan gol. Begitu juga pada babak kedua, anak asuhnya dengan kondisi yang tegang sehingga belum dapat bermain lepas disusul dengan stamina mulai menurun sehingga justru lebih banyak terserang.

“Tetapi saya bersyukur ada kemauan pemain untuk bermain dengan baik tidak mengulangi pertandingan sebelumnya. Dari hasil tidak maksimal kita syukuri dapat poin satu, babak pertama maupun kedua masih merasakan bahwa pemain belum bisa tampil lepas, masih ada beban. Dengan hasil ini kami bersyukur,” katanya dalam konferensi pers usai laga.

Seto turut mengucapkan terima kasih kepada para suporter yang telah memberikan dukungan meski hasil yang diperoleh PSIM belum maksimal. “Terima kasih untuk teman suporter, ini perjuangan dari kalian juga, dukungan ke depan tetap kami butuhkan. Hasil ini memang bukan terbaik semoga ke depan semakin baik,” katanya.

Seto dalam pertandingan melawan Persis itu memasang penjaga gawang Imam Arief Fadhilah, berbeda dengan penampilan sebelumnya yang memasang Junaidi Bahtiar. Alasannya karena line up tersebut merupakan hasil dari latihan. “Penentuan berdasarkan perjalanan latihan,” katanya.

Terkait adanya sejumlah pemain PSIM yang bertumbangan dan terpaksa harus ditandu keluar lapangan, Seto mengaku akan berusaha melakukan maintenance terhadap fisik para pemainnya. Namun soal peningkatan latihan fisik belum tentu dapat dilakukan karena keterbatasan waktu. “Karena jeda kita tidak lama, memang ada penurunan sedikit karena beban mental, tetapi akan kami evaluasi,” katanya.   

Pemain PSIM Jodi Kustiawan menyatakan dengan tanpa gol memang bukan hasil yang luar biasa, apalagi PSIM sudah banyak kehilangan poin dan harapan utama sebenarnya adalah dapat meraih tiga poin di Stadion Manahan. “Semoga pada pertandingan berikutnya bisa meraih hasil maksimal,” ujarnya.

“Terima kasih banyak utk suporter sudah memberikan semanagat kepada kita semoga para pemain juga terlecut menjadikan ini sebagai pembelajaran juga ke depan agar ke depan semakin baik,” imbuh Jodi.