Derbi Mataram, PSIM Kontra Persis Berakhir Tanpa Gol

Kostum kandang PSIM Jogja di musim 2021/2022. - Harian Jogja - ist
12 Oktober 2021 22:27 WIB Sunartono Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SOLO--Derbi Mataram yang menampilkan duel PSIM Jogja melawan Persis Solo pada Selasa (12/10/2021) malam berakhir tanpa gol. Kedua kesebelasan menunjukkan permainan sama-sama kuat dan terpaksa harus berbagi satu poin pada laga di Grup C Liga 2 dengan skor 0-0.

Pada awal permainan kedua tim telah menunjukkan tensi tinggi. Persis lebih banyak memiliki kesempatan untuk mengkonversi menjadi gol namun finishing selalu gagal. Pada menit ke-13, Miftahul Hamdi memberikan umpan ke arah depan gawang, namun sayangnya Agi Pratama gagal memanfaatkan peluang tersebut. 

Meski banyak mendapatkan serangan dari Persis yang didominasi pemain bintang, namun tak membuat nyali pemain PSIM menjadi ciut, Laskar Mataram pun tetap melakukan serangan. Sulitnya menembus kotak penalti membuat pemain PSIM beberapa kali melakukan inovasi tendangan jarak jauh seperti pada menit ke-14 oleh Hendika Arga namun masih lambung jauh dari mistar gawang. Hingga menit ke--36 pertahanan PSIM masih tergolong rapat dan disiplin antarpemain. 

Rapatnya pertahanan PSIM itu juga membuat striker Persis Solo Beto Goncalves harus memaksakan diri melakukan tendangan dari luar kotak penalti pada menit ke-43, namun tak membuahkan hasil. Selang satu menit kemudian gelandang PSIM Aditya Dewa membalasnya dengan melakukan tendangan jarak jauh menjurus ke gawang namun dapat diantisipasi Kiper Persis, Wahyu Tri. Keputusan Aditya melakukan tendangan itu sempat mendapatkan apresiasi Pelatihan Seto Nurdiyantara dengan tepuk tangan. 

Kesempatan emas datang dari Persis lewat umpan lambung menuju kotak penalti PSIM yang berhasil dikontrol dengan dada oleh Beto, namun lagi-lagi pemain veteran ini gagal membuahkan gol. Pada babak pertama berakhir tanpa gol. 

Adapun pada babak kedua, Persis lebih agresif melakukan serangan lewat umpan-umpan panjang ke arah kotak penalti. Mendapatkan gempuran yang bertubi-tubi, beberapa kali pemain depan PSIM harus turun gunung untuk membantu menjaga pertahanan. Gempuran itu membuat Persis lebih banyak mendapatkan peluang, baik lewat tendangan langsung maupun sundulan. Pemain belakang Persis lebih banyak maju ke depan dengan harapan dapat mencetak gol. Fabiano melakukan tendangan jarak jauh ke gawang PSIM namun gagal. 

Begitu seterusnya meski Persis lebih banyak mendapatkan peluang namun finishing tergolong buruk sehingga sama sekali tak mampu menjebol rapatnya pertahanan PSIM. Skor tetap 0-0 hingga wasit Juhandri meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua.