Mbappe Blak-blakan Minta Pindah ke Madrid

Bintang Paris Saint-Germain Kylian Mbappe bersama pelatih Mauricio Pochettino./Antara - Reuters
05 Oktober 2021 15:47 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kylian Mbappe mengungkapkan kegagalannya hengkang ke Real Madrid pada bursa transfer musim panas lalu. Dia sempat khawatir dengan nasibnya karena PSG tak mau melepasnya.

Mbappe sudah berbicara dengan petinggi PSG soal keinginannya untuk hengkang sejak Juli lalu. Pesepakbola yang akan berusia 23 tahun pada bulan depan tersebut mengatakan ingin tantangan baru setelah bermain di Liga Prancis selama enam hingga tujuh tahun.

"Saat itu saya meminta untuk hengkang dan saya tak mau memperbarui kontrak. Saya ingin klub mendapatkan dana transfer agar bisa mencari pengganti yang bagus," kata dia dalam wawancara dengan media Prancis RMC.

"Saya berbicara di awal musim panas agar klub juga bisa beradaptasi tanpa saya. Saya kira petualangan saya di sini sudah berakhir. Saya ingin hal lain."

"Saya telah bermain di Liga Prancis selama enam atau tujuh tahun." Saya telah memberikan segalanya kepada PSG dan telah melakukannya dengaan baik saya kira. Karena itu, saya kira hengkang dari sini adalah langkah logis yang bisa saya ambil," kata dia.

Mbappe juga tak menutupi keinginannya untuk bermain bersama Real Madrid. Dia menyatakan Madrid merupakan satu-satunya tujuan dia pada bursa transfer musim panas lalu. Dia juga mengaku kecewa ketika PSG menolak tawaran dari Madrid.

"Jika saya hengkang pada bursa transfer musim lalu, itu pasti akan ke Real Madrid," kata dia. "Saya sedikit kecewa saat itu (saat PSG menolak tawaran Madrid). Ketika anda ingin hengkang, anda tak akan bahagia jika tetap bertahan."

"Tetapi saya bisa cepat bangkit. Sayangnya saya mengalami cedera saat membela timnas. Saya bisa kembali ke rumah lebih cepat, memiliki waktu untuk menangis ketika tak bermain, dan ketika saya kembali ke PSG, mencetak gol, semuanya terasa kembali baik."

Setelah bursa transfer musim panas di tutup, Mbappe pun menyatakan sempat khawatir dengan nasibnya karena kontraknya akan habis pada tahun depan. Kekhawatiran Mbappe cukup beralasan karena PSG pernah menghukum gelandang Adrien Rabiot tak boleh berlatih dan bermain bersama skuad utama mereka karen ngotot untuk hengkang dan tak mau memperpanjang kontraknya.

"Ketika presiden klu anda mengatakan kepada semua orang bahwa anda tak akan hengkang dan anda tak akan bebas, anda pasti akan merasa sedikit khawatir. Saya merasa khawatir saat itu, saya tak mau berbohong," kata dia.

"Saya bertanya kepada diri saya sendiri, apa yang akan terjadi jika saya tak pergi secara bebas transter. Apa yang akan terjadi kepada saya? Tetapi mereka menunjukkan komitmennya kepada saya. Itu artinya klub menginginkan saya dan tak ingin saya pergi."

Dia pun tak berbicara soal perpanjangan kontraknya dengan PSG. Satu hal yang pasti, Mbappe menjamin dirinya tak akan berkonflik dengan PSG serta berjanji bermain sekuat tenaga untuk klub yang telah memberikannya kesempatan bermain di usia masih sangat belia.

"Itu akan seperti saya tak berterima kasih (jika dia berkonflik dengan PSG). Saya tak akan melakukan itu untuk klub yang menyambut saya pada usia 18 tahun dan memberikan saya empat tahun yang hebat," kata dia.

"Juga, saya ingin terus bermain,, menunjukkan bahwa saya adalah pemain hebat dan tak akan ada yang mempengaruhi saya, bahkan itu ketika saya batal hengkang. Saya bisa membuat perbedaan hingga hari terakhir saya di sini."

Drama kepindahan Kylian Mbappe memang menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangan pada bursa transfer musim panas lalu. Direktur PSG, Leonardo, mengakui bahwa mereka mendapatkan tawaran dari Real Madrid namun nilainya tak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Pada akhirnya, PSG justru mendatangkan Lionel Messi dari Barcelona. Langkah itu sempat dianggap sebagai upaya klub tersebut untuk membujuk Kylian Mbappe agar bertahan dan memperbarui kontraknya.

Sumber : JIBI/Bisnis