Ingin Pindahkan PSS Sleman, Begini Penjelasan Marco Gracia Paulo

Marco Gracia Paulo, Direktur Utama PT PS Sleman - Instagram @pssleman
02 Oktober 2021 06:37 WIB Abdul Hamied Razak Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Marco Gracia Paulo, Direktur Utama PT PS Sleman, perusahaan pengelola PSS Sleman, meminta maaf atas kegaduhan yang dia timbulkan dan menjelaskan alasannya. Marco memancing kontroversi setelah mengatakan ingin memindah homebase PSS apabila Super Elang Jawa memecat Pelatih Dejan Antonic.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memanggil manajemen PSS untuk meminta penjelasan soal pernyataan Marco yang memancing kemarahan suporter PSS. Sebelumnya, ratusan suporter PSS mendatangi Omah PSS di Sariharjo, Ngaglik. Mereka menuntut manajemen memecat Dejan menyusul hasil buruk dalam lima laga awal Liga 1 2021/2022. PSS baru mengemas empat poin dan terperosok di papan bawah, hanya satu setrip di atas zona degradasi.Perwakilan suporter kemudian berbicara melalui telepon dengan Marco. Dalam pembicaraan itulah Marco menyebut direksi bisa memecat Dejan, tetapi konsekuensinya, homebase PSS akan dipindah.

Bupati Sleman kemudian meminta kepada Marco Gracia Paulo untuk meminta maaf kepada masyarakat Sleman. 

"Sore ini melalui telepon, kami minta Pak Marco untuk meminta maaf segera. Serta saya pastikan, homebase PSS tetap di Sleman," ungkap Kustini seusai memanggil manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Jumat (1/10/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sleman meminta penjelasan dari soal pernyataan Marco.

"Itu statement pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama dan beliau (Marco) sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut," ucap Kustini.

Marco spontan mengatakan akan memindah markas PSS lantaran tekanan dari suporter.

"Beliau (Marco) cerita kalau memang sedang tertekan. Tadi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berpikir positif karena semua suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga," ujar Kustini.

Perwakilan manajemen PSS, Hempri Suyatna, mengatakan hasil buruk di beberapa laga awal salah satunya karena minimnya persiapan. 

"Kami baru berkumpul satu pekan jelang kompetisi, tentu itu sangat mepet sekali. Kondisi ini juga dialami tim-tim besar lain yang juga belum maksimal pada beberapa laga awal," ujar Hempri.

Dia mengatakan manajemen klub sudah menyiapkan beberapa langkah untuk merespons tuntutan suporter. Keputusan mengenai posisi pelatih akan diambil setelah beberapa pertandingan mendatang.

"Beberapa hari lagi kami ada pertandingan sebelum jeda dan lanjut ke seri berikutnya. Ini tentu tidak mudah, tapi kami sudah membicarakan hal ini di internal," kata Hempri.