Tak Bisa Berbuat Banyak, Ini Sikap Manajemen PSS Sleman atas Tuntutan Dejan Out

Ratusan suporter mengepung Omah PSS, Kamis (30/9/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
01 Oktober 2021 09:37 WIB Lugas Subarkah Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman tak bisa berbuat banyak untuk memenuhi desakan suporter PSS yang meminta Pelatih Dejan Antonic dipecat.

Ratusan suporter menggeruduk Omah PSS di Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, sejak Kamis (30/9/2021) sore hingga malam hari. Namun, belum ada keputusan yang memuaskan fans.

Para suporter mulai mendatangi Omah PSS sekira pukul 15.30 WIB. Dengan pakaian didominasi hitam, mereka meneriakkan Dejan Out dan Marco Out. 

Perwakilan manajemen PSS, M. Eksan menjelaskan keputusan pemecatan Dejan tetap ada pada direksi. "Kami jajaran manajemen tidak bisa langsung memutuskan," ujarnya.

Manajemen kemudian menyampaikan lima poin. Pertama, mengerti kekecewaan yang dialami oleh Sleman Fans dan telah melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Kedua, manajemen PT PSS berikan teguran keras kepada tim kepelatihan. Tim masih dalam proses untuk mencapai performa terbaik khususnya dari sisi fisik. Manajemen percaya tim akan segera bangkit dan kembali ke performa yang seharusnya.

Ketiga, manajemen akan memonitor ketat performa tim di putaran kedua. Manajemen juga akan mengevaluasi Dejan Antonic dan mengambil tindakan yang dibutuhkan untuk menjaga tim tetap di dalam jalur yang telah ditargetkan.

Keempat, manajemen telah melakukan komunikasi dengan pemain, pelatih, ofisial, dan semua jajaran berkomitmen bangkit dan mendapatkan hasil terbaik pada pertandingan berikutnya.

Kelima, manajemen, pemain, pelatih dan ofisial meminta dukungan dan kepercayaan dari seluruh fans.

Sementara, saat berbicara melalui sambungan telepon dengan perwakilan suporter, Direktur Utama PT PSS Marco Gracia Paulo mengatakan bersedia memecat Dejan, tetapi dia menyebut markas PSS akan dipindah.