Liga Champions: Potensi Panas Sejak Fase Grup

Trofi Liga Champions - Instagram @championsleague
28 Agustus 2021 21:17 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, ISTANBUL—Panas sejak babak awal. Kalimat itu tampaknya dapat menggambarkan hasil undian fase grup Liga Champions 2011/2022, Kamis (26/8/2021) malam WIB. Bagaimana tidak, ada empat grup yang layak dilabeli sebagai grup maut di ajang turnamen bergengsi Eropa musim ini. Grup B bahkan diisi tim-tim pengoleksi gelar Liga Champions seperti Liverpool, AC Milan dan FC Porto.

Grup tersebut semakin panas karena turut dihuni juara Liga Primera musim lalu plus finalis Liga Champions tiga kali, Atletico Madrid. Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tertawa getir setelah melihat hasil undian yang memasukkan timnya di grup sulit. Dia menyebut Liverpool bakal menghadapi tim-tim terbaik Eropa sejak babak penyisihan. Liverpool sendiri telah mengoleksi enam gelar Liga Champions, termasuk trofi yang diberikan Klopp tahun 2019. “Ini Liga Champions, jadi begitulah, dan Anda harus melawan tim terbaik di Eropa, dan jelas beberapa dari mereka ada di grup kami,” ujar Klopp dilansir uefa.com, Jumat (27/8/2021).

The Reds yang finis di posisi tiga Liga Premier musim lalu memang tak boleh lengah. Atletico punya keseimbangan performa yang bisa menyulitkan mereka. Milan punya motivasi berlipat di Liga Champions pertamanya setelah tujuh musim absen. Rossoneri sendiri adalah tim “tradisional” di Liga Champions dengan torehan tujuh gelar, hanya kalah dari Real Madrid. Adapun Porto juga tak bisa dipandang sebelah mata karena pernah dua kali merebut gelar di ajang tersebut.  

Persaingan di Grup E juga layak dilabeli grup neraka. Juara edisi 2020, Bayern Munich, harus segrup dengan raksasa Spanyol, Barcelona, Benfica dan Dynamo Kiev. Meski kehilangan Lionel Messi, Barca dinilai tetap solid. Benfica dan Kiev juga bisa menjadi batu sandungan Die Roten dengan statusnya sebagai kuda hitam. Bek Bayern, Joshua Kimmich, menilai Grup E tak hanya sekadar duel antara timnya kontra Barcelona. “Ini jelas grup yang sangat ambisius. Benfica adalah tim kuat, fleksibel secara taktik dan tangguh untuk dilawan. Kiev adalah juara Ukraina dan juga menimbulkan tantangan, yang akan membutuhkan konsentrasi maksimum,” jelas Kimmich.

Jawara Serie-A musim lalu, Inter Milan, juga harus menghadapi tensi tinggi sejak penyisihan karena satu grup dengan Real Madrid dan Shakhtar Donetsk. Madrid adalah tim paling digdaya di Liga Champions dengan koleksi 13 gelar. Adapun Donetsk kerap kali menyulitkan tim besar saat penyisihan, termasuk membuat Inter gagal lolos ke babak 16 besar musim lalu. Sheriff Tiraspol juga berpotensi bikin kejutan dalam debutnya di Liga Champions. Inter sendiri hadir dengan tim yang “berbeda” usai kepergian pelatih Antonio Conte dan pemain kuncinya seperti Romelu Lukaku dan Achraf Hakimi. “Ini adalah grup yang berbahaya,” ujar CEO Inter, Giuseppe Marotta.

Klub bertabur bintang, Paris Saint-Germain (PSG), juga tak bisa bersantai karena bakal berhadapan dengan kampiun Liga Premier, Manchester City, serta tim alot asal Jerman, RB Leipzig. Sementara itu juara Liga Champions musim lalu, Chelsea, cukup beruntung karena tergabung di grup relatif ringan bersama Juventus, Zenit St. Petersburg dan Malmo.