Siapa Lagi Korban Revolusi Koeman di Barca setelah Messi?

Ronald Koeman - The Independent
19 Agustus 2021 16:37 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Barcelona musim lalu, pelatih Ronald Koeman langsung mengidentifikasi regenerasi pemain di klub itu berjalan mandek. 

Koeman pun mendapatkan tugas berat untuk menyingkirkan para pemain berusia tua dan membawa masuk para pemain muda.

Satu per satu pemain senior didepak. Ivan Rakitic dan Luis Suarez merupakan dua korban pertama Koeman. Rakitic dilepas kembali ke klub asalnya, Sevilla sementara Suarez ke Atletico Madrid. Media-media Spanyol menyebut sedang terjadi revolusi di tubuh La Blaugrana. Revolusi Ronald Koeman, begitu mereka menyebutnya.

"Saya kira memang harus ada perubahan. Kami akan mengambil keputusan yang terbaik bagi tim," kata Koeman 20 Agustus tahun lalu.

Apalagi saat itu secara tegas Koeman menyatakan tak akan ada hak istimewa kepada para pemain bintang Barca. Meskipun tak menyebutkan siapa pemain yang dimaksud, media-media Spanyol menyebut Koeman menyasar kepada Lionel Messi, Gerard Pique dan Sergio Roberto yang disebut memiliki pengaruh kuat di skuad Blaugrana.

Kepergian Lionel Messi ke PSG bisa dianggap sebagai bagian dari revolusi itu. Meskipun Koeman secara eksplisit menyatakan dirinya ingin Messi bertahan, namun tak tampak sinyal bahwa dia benar-benar meminta Presiden Joan Laporta untuk mempertahankannya.

Setidaknya, Koeman tidak bersikap seperti Zinedine Zidane yang mengancam hengkang ketika Cristiano Ronaldo tak mendapatkan kontrak baru di Real Madrid. Tak ada juga pernyataan dari Koeman yang mengutuk kinerja para petinggi Barcelona yang dinilai tak becus mengatasi krisis keuangan di sana sehingga Messi hengkang.

Justru Koeman menambah beban keuangan klub dengan ngotot mendatangkan Memphis Depay, Sergio Aguero dan Eric Garcia. Depay merupakan pemain incaran si pelatih sejak hari pertama dia menggantikan Quique Setien sementara Eric Garcia didatangkan juga dengan permintaan Koeman karena menginginkan tenaga baru di lini belakang.

Hanya perekrutan Sergio Aguero yang terasa janggal karena tak masuk dalam kategori pemain yang dibutuhkan Koeman untuk melanjutkan revolusinya, yaitu muda. Aguero sempat disebut sebagai kunci untuk mempertahankan Messi. Karena itu Barcelona mau merekrutnya meskipun si pemain telah berusia 33 tahun dan memiliki riwayat cedera yang panjang.

Belakangan, perekrutan Aguero dengan bebas transfer dan gaji kecil disebut sebagai persiapan untuk membuat jalan keluar bagi Messi secara mulus. Laporta paham betul Cules, sebutan untuk suporter Barcelona, akan marah besar jika dirinya melepas Messi tanpa menunjukkan sinyal ingin mempertahankannya sekuat tenaga.

Dengan langkah seperti itu saja, tekanan dari suporter Barca agar dirinya mundur mulai muncul. Pada laga perdana Liga Spanyol kontra Real Sociedad akhir pekan kemarin, sejumlah suporter membentangkan spanduk bertuliskan, "Messi Yes, Laporta No."

Memang, tekanan itu belum sebesar yang diterima Josep Maria Bartomeu, presiden sebelum Laporta, ketika dia bertengkar dengan Messi dan berujung kepada surat pengunduran diri si pemain musim lalu.

Tekanan bagi Laporta bisa semakin besar pada pekan-pekan ke depan. Apalagi bek Jordi Alba sudah mulai bersuara. Alba membongkar fakta baru kepergian Messi. Dia membantah kabar yang dibisikkan para pendengung Laporta ke berbagai media bahwa sejumlah pemain enggan dipotong gajinya untuk membuat mereka mempertahankan Messi.

Alba, dalam konferensi pers pasca laga kontra Sociedad, menyatakan dirinya bahkan tak dihubungi Barcelona soal pemangkasan gaji itu dalam dua bulan terakhir. Pembicaraan baru dilakukan belakangan, hanya beberapa hari sebelum Barcelona memastikan tak bisa memberikan kontrak baru kepada Messi.

"Itu adalah kebohongan (soal penolakan pemotongan gaji sejumlah pemain senior)," kata Alba. "Tak ada yang menghubungi saya sebelum Euro 2020."

"Ketika klub berbicara dengan saya, saya mau (memangkas gaji). Saya berasal dari sini, menghabiskan sepanjang hidup saya di Barcelona. Jika komitmen saya diragukan, itu menyakiti saya."

"Terlepas dari statusnya sebagai pemain terbaik sepanjang masa, Leo adalah orang yang sangat mengerti saya. Jadi anda bisa bayangkan apa yang akan saya lakukan untuk membuat dia bertahan di sini," ujarnya.

Dari pernyataan Alba, sangat jelas bahwa Laporta dituding sengaja menyingkirkan Messi demi memuluskan proyek Revolusi Ronald Koeman.

Beban anggaran gaji Barca pun bertambah dengan kehadiran muka baru lainnya di skuad Koeman. Emerson Royal, Alex Balde, Ray Manaj hingga Nico Gonzalez dan Yusuf Demir diboyong dari Barcelona B dan klub lain.

Mereka disebut menjadi calon pengganti pemain-pemain senior lainnya yang akan menjadi korban selanjutnya dari revolusi Koeman. Demir digadang-gadang sebagai calon pengganti Messi. Pemain muda asal Austria itu telah menunjukkan performa apik pada sesi pra musim. Ray Manaj bisa menjadi pengganti Martin Braithwaite yang performanya terbukti kurang konsisten dan juga telah mulai uzur.

Emerson, bersama Sergino Dest dan Alex Balde, bisa menjadi pengganti Alba dan Sergi Roberto di sisi kanan dan kiri pertahanan. Garcia calon pengganti Gerard Pique sementara Nico Gonzalez disebut calon penerus Sergio Busquets.

Praktis di tim inti Barcelona musim lalu, hanya Frankie De Jong, Pedri, Marc-Andre ter Stegen dan Antoine Griezmann yang belum dipersiapkan penggantinya. De Jong jelas merupakan salah satu anak emas Ronald Koeman sementara tiga pemain lainnya kemungkinan masih akan bertahan dalam beberapa musim ke depan.

Sumber : Bisnis Indonesia