Terlalu Mahal, Harry Kane Batal Dibeli City

Harry Kane - Twitter@SpursOfficial
08 Juli 2021 03:37 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyatakan klubnya tak akan membeli Harry Kane jika Tottenham Hotspur tak mau menurunkan harga si pemain. Menurut Guardiola, nilai 250 juta paun atau sekitar Rp 2,996 triliun yang diminta Tottenham terlalu tinggi.

Guardiola menyatakan bahwa nilai tersebut tak masuk akal mengingat kondisi ekonomi yang tengah lesu akibat pandemi Covid-19. Menurut dia, City pun merasakan dampak yang sama.

Jika tak mendapatkan penyerang baru pada bursa transfer musim panas ini, Guardiola menyatakan siap memaksimalkan pemain yang dia miliki saat ini. Dia menyebut Gabriel Jesus dan Ferran Torres bisa dipasang di posisi tersebut.

"Dengan harga (Harry Kane) saat ini, kami tak akan membeli satu pun penyerang. Itu tak mungkin, kami tak mampu membelinya," kata Guardiola dalam wawancara dengan televisi Spanyol TV3.

"Semua klub saat ini mengalami kesulitan finansial, tak terkecuali kami. Kami memiliki Gabriel dan Ferran yang bermain luar biasa di posisi itu."

"Kami juga memiliki para pemain muda dari akademi dan kami telah menjalani banyak pertandingan tanpa seorang penyerang. Ada kemungkinan besar kami tak akan membeli penyerang untuk musim depan."

Manchester City dikabarkan mengincar Harry Kane setelah kehilangan Sergio Aguero yang kontraknya tak diperpanjang pada akhir musim lalu. Kebetulan Kane juga disebut ingin hengkang ke klub yang lebih berpeluang mengangkat trofi juara.

Keinginan Kane itu terbentur Pemilik Tottenham, Daniel Levy. Dia disebut hanya akan melepas pemain Timnas Inggris itu jika ada klub yang rela membayar 150 juta pound sterling. Padahal City disebut telah mengajukan tawaran menggiurkan sebesar 100 juta pound sterling plus Raheem Sterling.

Kontrak Harry Kane bersama Tottenham Hotspur sendiri masih tersisa hingga Juni 2024. Dengan begitu, dia dan Manchester City memiliki posisi tawar yang lemah di hadapan Levy.

Sumber : JIBI/Bisnis.com