Copa America Terancam Corona

Kantor pusat Conmebol di Luque, Asuncion, Paraguay - Reuters
31 Mei 2021 18:47 WIB Newswire Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) menyatakan Argentina dan Kolombia tidak lagi menjadi tuan rumah perhelatan Copa America 2021.

Keputusan pada Senin (31/5/2021) WIB itu membuat turnamen tersebut diragukan bisa digelar tepat waktu hanya 13 hari sebelum pertandingan pertama dimulai.

Turnamen antara 10 negara Amerika Selatan itu dijadwalkan digelar di Argentina dan Kolombia pada 13 Juni hingga 10 Juli, tetapi Kolombia harus dicopot sebagai tuan rumah bersama pada 20 Mei dan Argentina sekarang menyusul karena apa yang Conmebol sebut sebagai "keadaan saat ini."

Conmebol belum mengungkapkan alasan munculnya keputusan tersebut, tetapi Argentina saat ini memang menderita lonjakan kasus positif Covid-19.

"Conmebol sedang menganalisis tawaran dari negara lain yang telah menunjukkan minat untuk menjadi tuan rumah turnamen kontinental ini," demikian pernyataan Conmebol.

Keputusan tersebut diumumkan sesaat sebelum pukul 11 malam waktu Argentina dan menjadi pukulan lain bagi turnamen yang ditunda setahun karena pandemi Covid-19.

Copa America tahun ini menjadi yang pertama menampilkan tuan rumah bersama, tetapi Kolombia dicopot sebagai tuan rumah bersama setelah gelombang protes menuntut perubahan sosial dan ekonomi menyebar ke seluruh negeri.

Conmebol kemudian memutuskan 15 pertandingan yang dijadwalkan di Kolombia akan dipindahkan ke Argentina, yang akan menjadi tuan rumah dari 13 pertandingan lainnya atau di tempat lain.

Sekjen Conmebol Gonzalo Belloso pekan lalu mengatakan federasi tersebut sudah berdiskusi dengan pejabat Cile untuk mengadakan beberapa pertandingan di sana.

Reputasi Conmebol telah terpukul dalam beberapa tahun terakhir. Organisasi tersebut bahkan terpaksa memindahkan pertandingan leg kedua final Copa Libertadores 2018 ke Madrid karena masalah kekerasan penggemar yang terjadi di Buenos Aires, Argentina.

Sumber : Antara/Reuters