Menang Adu Penalti 11-10 atas MU, Villarreal Juara Liga Europa

Kiper Villarreal Geronimo Rulli mementahkan tendangan eksekusi kiper Manchester United David de Gea dalam adu penalti partai final Liga Europa 2020/21 di Stadion Miejski, Gdansk, Polandia, Rabu (26/5/2021) waktu setempat/Antara - Reuters/Adam Warzawa
27 Mei 2021 07:47 WIB JIBI Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Villareal memastikan diri sebagai juara Liga Europa edisi 2020/2021 setelah menang atas Manchester United dalam partai final yang dihelat di Stadion Miejski, Gdansk, Polandia, Kamis (27/5/2021) dinihari WIB.

Villarreal akhirnya berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan lawannya lewat adu penalti yang berkesudahan 11-10. Kedua tim bermain 1-1 hingga babak perpanjangan waktu usai.

Villarreal memimpin lebih dahulu lewat gol Gerrard Moreno, yang memanfaatkan umpan dari tendangan bebas Daniel Parejo pada menit ke-28. Moreno mencetak gol ketujuhnya di Eropa musim ini.

Manchester United membalas lewat gol Edinson Cavano pada menit ke-55, dengan memanfaatkan umpan Scott McTominay. Itu menjadi gol ke-10 Cavani dalam 11 pertandingan terakhirnya bersama MU.

Saat babak perpanjangan waktu dilakukan, Villarreal mampu tampil lebih baik, namun relatif tak memiliki peluang bagus. Pada saat sama pemain MU terlihat kelelahan.

Skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan usai. Adu penalti pun dilakukan.

Dalam adu penalti, semua pemain kebagian menendang. Villarreal akhirnya menang 11-10 setelah kiper Manchester United, David de Gea, gagal mencetak gol.

Ini menjadi gelar pertama bagi Villarreal. Tim berjulukan Si Kapal Selam Kuning itu tampil di final untuk pertama kalinya.

Dengan kemenangan di laga final ini, Unai Emery meraih gelar Liga Europa keempatnya sebagai pelatih. Dia sebelumnya menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan kompetisi ini tiga kali secara beruntun, bersama Sevilla. Pria asal Spanyol itu juga sempat membimbing Arsenal ke final 2019.

Liga Europa merupakan kompetisi kasta kedua Eropa di bawah naungan UEFA. Semula kompetisi ini bernama Inter-Cities Fairs Cup, yang kemudian berubah menjadi Piala UEFA. Nama Liga Europa dipakai mulai 2009. Pemenang kompetisi ini berhak untuk tampil di Liga Champions musim depan.