Prediksi City Vs PSG: Bakal Habis-habisan di Etihad

Manchester City - Instagram @mancity
03 Mei 2021 18:17 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MANCHESTER—Bak bertarung di medan perang. Analogi itu disampaikan bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar, jelang lawatannya ke markas Manchester City dalam leg II semifinal Liga Champions di Etihad, Rabu (5/5/2021) dini hari WIB. Kekalahan 1-2 dalam leg I di Parc des Princes memang membuat semuanya menjadi lebih sulit bagi Les Parisiens.

Namun Neymar justru merasa tertantang dan siap mengobarkan semangat membara untuk memutarbalikkan keadaan. PSG dalam misi mengulang prestasi musim lalu yang sukses menembus final Liga Champions. Kemenangan dengan margin bersih dua gol, atau selisih satu gol tapi dengan skor 3-2 ke atas, jadi harga mati bagi PSG guna melangkah ke final untuk kali kedua beruntun. “Saya pikir semua orang Paris harus yakin pada kami. Saya berada di garis depan, dan saya akan menjadi prajurit pertama yang pergi ke medan perang untuk tim,” ucap Neymar dilansir en.psg.fr, akhir pekan lalu.

Namun misi tersebut jelas bukan perkara gampang, apalagi sejarah tak berpihak dengan PSG. Dalam 47 kesempatan sebelumnya, tidak pernah ada klub Inggris yang tersingkir di babak gugur Liga Champions sesudah memenangi leg I di kandang lawan. Meski demikian, Neymar tetap percaya pada keajaiban di sepak bola. “Kami harus tetap yakin, tak peduli apa yang dinyatakan oleh statistik atau seberapa kecilnya persentase peluang kami untuk menang. Saya akan mengerahkan kemampuan terbaik saya, meskipun saya harus mati di lapangan,” tutur striker Timnas Brasil itu.

City perlu waspada karena PSG punya rekor apik saat melawat ke markas lawan. Dari 27 laga tandang mereka musim ini, Les Parisiens baru kalah empat kali dan imbang sekali, sisanya berakhir kemenangan. Pelatih PSG, Mauricio Pochettino, juga sengaja mengistirahatkan Angel Di Maria dan Marco Verratti di laga Ligue 1 akhir pekan lalu agar fit sepenuhnya saat melawan The Citizens. “Tentu kami berada di bawah tekanan, tetapi dalam sepak bola Anda harus mencoba,” ujar Pochettino dilansir uefa.com.

Sementara itu City tengah dalam performa puncak usai menyabet gelar Piala Liga. Tim asuhan Josep “Pep” Guardiola masih punya kans merebut dua trofi lain yakni Liga Premier dan Liga Champions. Bagi City, kesuksesan menyingkirkan PSG bakal mewujudkan final Liga Champions perdana dalam sejarah klub. Sejarah itu amat dekat mengingat Kevin De Bruyne dkk. hanya butuh imbang di leg II. “Yang saya inginkan adalah kami menjadi diri kami sendiri di leg kedua. Kami bermain bagus dengan cara tertentu, kami tidak dapat melakukannya secara berbeda,” ucap Guardiola.

City sedikit diuntungkan dengan absennya gelandang PSG Idrissa Gueye yang mendapat kartu merah di leg I. PSG juga tak akan memainkan Colin Dagba yang mengalami cedera engkel saat melawan Lens akhir pekan lalu. Namun tim tamu masih punya Mitchel Bakker dan Abdou Diallo untuk mengisi posisi bek sayap. City sendiri berpotensi tampil dengan false nine di lini depan menyusul absennya Gabriel Jesus, Raheem Sterling dan Ferran Torres. Trio Phil Foden, De Bruyne dan Riyad Mahrez  bakal dipasang sebagai trisula lini depan.

 

 

Sumber : JIBI/Solopos