Bos Spotify Berniat Beli Arsenal di Tengah Protes Keras Suporter terhadap Pemilik Klub

Tiga pemain andalan Arsenal, Edward Nketiah (kanan), Dani Ceballos (kiri), dan kapten tim Pierre-Emerick Aubameyang./Antara - Reuters
24 April 2021 15:37 WIB Reni Lestari Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Miliarder Swedia Daniel Ek, salah satu pendiri dan CEO layanan streaming musik Spotify berminat membeli Arsenal. Rencana ini muncul di tengah protes keras suporter Arsenal kepada pemilik klub, Stan Kroenke, akibat keikutsertaan di Super Liga Eropa.

Ek mengatakan dia tertarik membeli jika Kroenke Sports & Entertainment (KSE) memutuskan untuk menjual kepemilikannya.

"Sebagai seorang anak yang tumbuh besar, saya telah mendukung Arsenal selama saya bisa ingat. Jika KSE ingin menjual Arsenal, saya akan dengan senang hati saya akan angkat topi," katanya melalui akun Twitter-nya, dilansir Sabtu (24/4/2021).

Dia tampaknya ingin merangkul ribuan pendukung di luar Emirates saat Arsenal menghadapi Everton, Jumat malam.

Protes tersebut menyoroti keterlibatan Kroenke dalam pendirian Liga Super Eropa, meski hal itu akhirnya dibatalkan.

Banyak pendukung tidak senang dengan manajemen klub selama beberapa waktu. Asrenal gagal lolos ke Liga Champions selama tiga musim terakhir dan berjuang di papan tengah musim ini di bawah pelatih Mikel Arteta.

Dilansir Sky Sports, putra Kroenke, Josh, berbicara kepada forum penggemar pekan ini. Josh meminta maaf atas keterlibatan mereka, tetapi mereka menyatakan tidak berniat menjual klub meskipun ada kontroversi.

Manajer Arteta mengatakan kepala eksekutif Kroenke, Vinai Venkatesham dan tokoh lain di klub London yang terlibat dalam rencana Liga Super telah meminta maaf kepada para pemain dan dirinya sendiri.

Menjelang kick-off pada Jumat, Arteta mengatakan tim akan terus mendengarkan aspirasi supporter di luar Emirates selama pertandingan.

"Kami mendengarnya, kami tahu apa yang mereka [fans] pikirkan tapi tanggung jawab kami harus mencoba cara terbaik untuk memainkan pertandingan, dan hanya itu," katanya.

Sementara itu, mantan striker Inggris Alan Smith menentang keras keterlibatan Arsenal dalam proposal Liga Super Eropa yang gagal.

Namun Smith menegaskan tidak terkejut dengan keputusan yang menunjukkan kepemilikan Stan Kroenke atas klub tersebut.

"Saya tidak terkejut Arsenal terlibat, mengingat mereka pemilik Amerika yang jarang mengatakan apa-apa tentang klub sepak bola," kata Smith.

Dia mengatakan ada sangat sedikit ikatan antara Stan Kroenke dan klub. Putranya memiliki hubungan yang lebih dekat dengan klub, tapi Josh baru dalam permainan, dia tidak dibesarkan di sepakbola.

"Kroenke jelas telah melihat model itu bekerja di Amerika Serikat dengan NFL, NBA, dan bersama dengan pemilik Liverpool dan Manchester United. Mereka telah melihat betapa menguntungkannya itu. Saya tidak berpikir mereka mengerti bagaimana pikiran orang Eropa berpikir tentang kami. Sangat bodoh untuk tidak menghargai reaksi [supporter] seperti itu," ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia