Alasan Bos Real Madrid Florentino Perez Gulirkan Liga Super Eropa: Klub Tekor karena Covid

Presiden klub Real Madrid Florentino Perez, penggagas Liga Super Eropa. - Football Espana
20 April 2021 15:17 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Presiden Real Madrid dan Liga Super Eropa (European Super League/ESL) Florentino Perez mengatakan kompetisi baru ini 'akan menyelamatkan sepak bola' karena 'klub-klub telah kehilangan lebih dari 5 miliar euro' akibat pandemi Covid.

Perez memberikan wawancara kepada El Chiringuito pada Selasa (20/4/2021) WIB, mengungkapkan alasan di balik rencana kompetisi ESL

Turnamen tersebut diikuti oleh 12 klub Eropa yang meliputi Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, Manchester City, Manchester United, Liverpool, Juventus, AC Milan, Inter Milan, Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid.

“Kami telah kehilangan 5 miliar euro jika digabungkan, Real Madrid sendiri telah kehilangan 400 juta euro,” paparnya.

"Banyak klub penting di Spanyol, Italia, dan Inggris harus menemukan solusi untuk situasi keuangan yang buruk. Ketika Anda tidak memiliki penghasilan lebih selain hak TV, solusinya adalah memainkan permainan yang lebih menarik dengan penggemar yang dapat menontonnya dari seluruh dunia.”

"Kami menyimpulkan bahwa jika kami memainkan Liga Super, kami akan dapat meringankan apa yang telah hilang."

"Sepak bola perlu diubah dan menjadi lebih menarik secara global. Liga Champions telah kehilangan minat. Begitulah sepak bola berubah," tambahnya.

"Ada pertandingan berkualitas rendah saat ini. Pertandingan Barcelona-Manchester United lebih menarik daripada Manchester United menghadapi tim rata-rata di Liga Champions. Kami memiliki penggemar di mana-mana di dunia. Dari situlah uang berasal. Uang untuk semua orang.”

“Ini adalah piramida. Jika klub-klub top punya uang, mereka bisa menghasilkan pendapatan untuk semua orang. Salah satu alasan kami melakukan ini adalah untuk menyelamatkan sepak bola, untuk menyelamatkannya secara umum," kata Florentino Perez.

"Kami ingin memulai secepat mungkin, kami ingin berbicara dengan UEFA dan FIFA, tetapi mereka tidak boleh marah. UEFA sedang mengerjakan format lain yang, pertama-tama, saya tidak mengerti dan tidak menghasilkan pendapatan yang diperlukan untuk menyelamatkan sepak bola."

"Format baru Liga Champions untuk 2024 adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Saya tidak memiliki kepentingan pribadi untuk membuat Liga Super ini. Saya bukan pemilik Real, hanya presiden karena anggotalah yang memiliki klub. Saya hanya ingin menyelamatkan sepak bola dan kapan saya katakan 'selamatkan sepak bola', maksud saya selamatkan semuanya."

Perez membalas serangan Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang mengatakan dia "tidak pernah melihat orang berbohong sebanyak" Presiden Juventus Andrea Agnelli.

"Presiden Ceferin menghina Agnelli. Gila membicarakan presiden klub dunia seperti Juventus. Ini sesuatu yang tidak bisa diterima, UEFA harus berubah, kami tidak ingin presiden yang menghina presiden lain," kata Perez.

PSG, Bayern Munich dan Borussia Dortmund sempat dikabarkan menolak bergabung dengan Liga Super, namun Perez mengungkapkan PSG sama sekali tidak diundang.

"PSG tidak diundang, sampai hari ini. Kami bahkan belum berbicara dengan klub Jerman. Kami sekarang 12 klub, kami ingin menjadi 15 klub. Jika PSG dan Bayern Munchen menolak, Liga Super tidak akan dibatalkan," paparnya.

"Apa yang kami inginkan, yang kami warisi dari Bernábéu, adalah menyelamatkan sepak bola sehingga kami bisa hidup 20 tahun ke depan dengan damai karena situasinya sangat dramatis," seperti dikutip Football Italia pada Selasa (20/4/2021).

Presiden Real Madrid membantah Liga Super adalah lingkaran tertutup dan mengatakan klub seperti Napoli dan Roma bisa memiliki kesempatan untuk bergabung dalam kompetisi masa depan.

"Ke-15 klub pendiri adalah yang paling penting dalam hal hiburan. Klub lain, seperti Napoli atau Roma, akan memiliki kesempatan untuk mengikuti kompetisi setahun atau lainnya."

UEFA mengancam pemain yang berpartisipasi dalam turnamen akan dilarang dari kompetisi lain seperti Piala Dunia dan Piala Eropa (Euro).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia/Antara