Nurdin Halid Dapat Gelar Doktor Kehormatan karena Urus PSSI, Mahasiswa Demo

Sejumlah mahasiswa Unnes menggelar aksi protes pemberian gelar kehormatan kepada Nurdin Halid di kampusnya, Kamis (11/2/2021). - Istimewa/BEM Unnes
11 Februari 2021 16:07 WIB Imam Yuda Saputra Sepakbola Share :

Harianjogja.com.com, SEMARANG—Penganugerahan gelar doktor kehormatan atau honoris causa kepada mantan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, diwarnai aksi demo dari mahasiswa, Kamis (11/2/2021).

Meski acara penganugerahan itu digelar secara daring, mahasiswa Unnes yang tergabung dari berbagai unsur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tetap datang ke kampus dan menggelar aksi protes.

BACA JUGA: 35 Warga Desa di Kulonprogo Positif Covid-19, Diduga Tertular Saat Pengajian

Mereka bahkan datang dengan menenteng spanduk bertuliskan,"TEGAKAN INTEGRITAS KAMPUS, JANGAN OBRAL KPD TIKUS", dan "AKADEMISI NO, POLITISI YES?".

Koordinator aksi, Arif Afruloh, mengatakan pemberian gelar kehormatan kepada tokoh atau pejabat publik memang hak perguruan tinggi.  Kendati demikian, kampus tidak boleh seenaknya memberikan gelar tersebut, apalagi kepada tokoh yang memiliki track record buruk dan kerap terjerat kasus korupsi.

"Pemberian gelar kehormatan kepada tokoh atau pejabat bukan suatu hal yang dilarang, tapi perlu dikaji. Pemberian gelar itu tidak asal diberikan. Pemberian gelar ke Nurdin Halid sangat disayangkan, mengingat track record-nya dia tidak layak diberikan," ujar Arif dalam keterangan resmi kepada JIBI, Kamis.

Arif menilai Nurdin Halid tidak layak menerima gelar kehormatan, terlebih dari kampusnya, Unnes. Nurdin merupakan mantan narapidana korupsi. Ia juga dianggap gagal memimpin PSSI selama 2003-2011.

BACA JUGA: Perbatasan DIY-Jateng Mulai Dijaga, Waktu Razia Dirahasiakan

"Seharusnya gelar kehormatan diberikan kepada sosok yang penuh prestasi dan kontribusi luar biasa bagi bangsa dan negara. Bukan kepada sosok yang kontroversial dan penuh kepentingan politik," imbuh Arif.

Dalam aksi itu, mahasiswa juga melakukan aksi diam di depan gedung rektorat. Mereka juga memberikan kartu merah kepada pimpinan kampus.

Arif menambahkan selain menolak pemberian gelar doktor HC ke Nurdin Halid, pihaknya juga meminta kampus untuk menghentikan obral pemberian gelar kehormatan.

Sebelum Nurdin Halid, Unnes juga telah memberikan anugerah doktor kehormatan kepada Habib Luthfi bin Yahya, pada 9 November dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto, pada 23 Desember lalu.

BACA JUGA: Jaringan Pengedar Sabu-Sabu Kelas Kakap di Klaten Dibekuk, Barang Bukti Terbesar di Jateng

Sebelumnya, Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, mengaku memahami apa yang dirasakan mahasiswa. Meski demikian, ia menilai pemberian gelar doktor HC ke Nurdin Halid itu sudah melalui prosedur dan standar akademik.

"Aspirasi mahasiswa kami perhatikan. Kami sampaikan pemahaman ke mahasiswa atas prosedur dan standar akademik yang sudah dilakukan untuk pemberian gelar tersebut," ujar Fathur, Selasa (9/2/2021).

Nurdin Halid mendapat gelar doktor kehormatan karena dianggap berjasa mengorganisasi industri sepak bola selama memimpin PSSI.

Sumber : JIBI/Solopos