Klopp & Arteta Kritik Pembatasan Pergantian Pemain

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp - LiverpoolFC.com
19 Desember 2020 23:37 WIB M. Syahran W. Lubis Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp dan pelatih Arsenal Mikel Arteta mengkritik klub-klub Liga Primer Inggris karena untuk ketiga kalinya memutuskan tidak menggunakan lima pemain pengganti dalam satu pertandingan.

Liga Primer Inggris merupakan satu-satunya kompetisi papan atas di Eropa yang tidak mengizinkan lima pemain pengganti dalam satu pertandingan untuk musim 2020–2021.

Klub-klub memang memberikan suara untuk meningkatkan jumlah pemain yang diizinkan duduk di bangku cadangan dari tujuh menjadi sembilan, tetapi tidak untuk melakukan pergantian sebanyak lima pemain.

"Saya tidak yakin keputusan itu [tidak menerapkan lima pergantian pemain] merupakan hasil kompromi," kata Klopp pada Jumat (19/12/2020) malam WIB.

Pemungutan suara klub-klub Liga Primer itu dilakjukan setelah International Football Association Board (IFAB) mengonfirmasi perpanjangan aturan pada Rabu (16/12/2020).

Klub ditetapkan dapat menggunakan lima pemain pengganti dan memiliki sembilan pemain di bangku cadangan, ketika Liga Primer musim lalu dilanjutkan Juni lalu setelah pengehntian akibat pandemi sebagai bagian dari Project Restart. Namun, mereka kemudian memilih kembali ke tiga pergantian pada awal musim ini.

Klopp sebelumnya mengkritik eksekutif Liga Primer karena "mengabaikan kesejahteraan pemain" dengan keputusan tidak menambah jumlah pemain pengganti.

Timnya kehilangan beberapa pemain kunci karena cedera termasuk bek Virgil van Dijk dan Joe Gomez, gelandang Thiago Alcantara, serta penyerang Diogo Jota.

“Semua orang tahu pendapat saya tentang itu [pergantian lima pemain]. Semua tahu 10 klub memberikan suara menentangnya. Ini bukan tentang keuntungan, itu hanya tentang kesejahteraan pemain. Mereka memilih untuk tidak melakukannya. Saya tidak tahu liga lain mana yang hanya memiliki tiga pergantian.”

Pelatih Arsenal Mikel Arteta juga mengemukakan bahwa dia juga “bingung” dengan keputusan pembatasan pergantian hanya tiga pemain dan menyebut itu "tidak masuk akal".

Dia menegaskan bahwa yang paling penting adalah kesejahteraan para pemain dan cara terbaik untuk melindungi mereka adalah memiliki opsi untuk menambah jumlah penggantinya.

“Kami [Liga Primer] satu-satunya [di Eropa] yang melakukan itu [pergantian hanya tiga pemain]. Itu tak masuk akal. Kami terus mendesak, memberi banyak data, berpendapat. Kami punya banyak statistik untuk mendukung apa yang terjadi di Liga Primer, dalam hal cedera, tetapi tetap belum ada reaksi."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia