Prediksi Tottenham Hotspur Vs Manchester City: Tak Sekadar Rivalitas Pep-Mou

Pep Guardiola - Instagram @mancity
21 November 2020 06:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, LONDON—Manchester City membuat sebuah keputusan besar di tengah jeda internasional beberapa waktu lalu. Klub resmi memperpanjang kontrak Josep “Pep” Guardiola yang awalnya akan habis pada musim panas 2021. Guardiola bakal bertahan di Etihad hingga 2023 setelah menukangi tim sejak 2016.

Keputusan ini membuktikan City mempercayakan penuh proyek jangka panjang tim pada Sang Filsuf, julukan Guardiola. Sebelumnya, Pep bisa dibilang bukan pelatih yang betah berlama-lama di sebuah tim. Manajer asal Spanyol itu membesut Barcelona selama empat tahun dan tiga tahun menukangi Bayern Munich. Ada ambisi tersendiri dari Guardiola hingga dia memutuskan menerima perpanjangan kontrak di The Citizens. “Kami merasa masih ada urusan yang belum selesai,” ujar Guardiola dilansir mancity.com, Kamis (19/11/2020).

Lima tahun di City, Pep bisa dibilang cukup sukses dengan sumbangan delapan trofi untuk The Citizens, dua di antaranya gelar Liga Premier. Nihilnya gelar Liga Champions di tangan diyakini membuat Pep masih penasaran dengan Kevin De Bruyne dkk. Namun sebelum memikirkan trofi prestisius itu, Pep perlu menginjak bumi untuk mempersiapkan lawatan ke markas Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Premier, Minggu (22/11/2020) dini hari WIB.

Duel kontra Spurs bukanlah laga mudah jika melihat performa City di kompetisi domestik sejauh ini. The Citizens masih tertahan di peringkat 10 dengan 12 poin dari tujuh laga. Sementara Tottenham kini menjadi kompetitor untuk puncak klasemen setelah nangkring di posisi dua dengan 17 poin dari delapan laga. Kemenangan atas City bahkan bisa membantu Spurs mendongkel Leicester City (18 poin). Di pekan yang sama, Leicester harus menghadapi laga berat melawan Liverpool di Anfield.  

Eks striker Tottenham, Dimitar Berbatov, menilai hasil laga ini akan sangat ditentukan ramuan taktik Guardiola Vs Jose Mourinho. Sejauh ini Guardiola masih unggul dalam rekor pertemuan dengan 11 kali menang, enam imbang dan enam kekalahan. “Rivalitas kedua pelatih akan membuat laga kian panas. Kita sudah melihat atmosfer sengit dalam El Clasico dan Derbi Manchester. Mereka akan saling meramu taktik terbaik, tapi saya ingin melihat Tottenham yang menang,” ujar Berbatov.

 

Sumber : JIBI/Solopos