Nestapa Nerazzurri di Liga Champions

Inter Milan - Instagram
05 November 2020 09:27 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MADRIDPredikat runner up Serie-A musim lalu tak berarti apa-apa bagi Inter Milan dalam persaingan Liga Champions 2020/2021. Hingga pekan ketiga fase Grup B, Nerazzurri belum sekalipun merasakan kemenangan. Terakhir Nicolo Barella dkk. dipaksa menyerah dengan skor 2-3 dari Real Madrid di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu (4/11/2020).

Kekalahan tersebut membuat Inter terperosok di dasar klasemen Grup B dengan perolehan dua poin. Mereka berjarak dua poin dari Madrid dan Shakhtar Donetsk, serta tiga poin dari Borussia Monchengladbach di puncak. Dengan fase grup yang masih menyisakan tiga laga, Inter memang masih berpeluang lolos ke babak selanjutnya. Apalagi tim asuhan Antonio Conte masih menyimpan dua laga kandang melawan Madrid dan Shakhtar.

Namun Nerazzurri patut cemas jika melihat grafik tim yang hanya memetik satu kemenangan dalam tujuh laga terakhir di semua ajang. Conte menegaskan akan mengerahkan segala upaya untuk merebut poin penuh di tiga duel tersisa.

“Kami tahu ini adalah grup tersulit di Liga Champions. Namun masih ada sembilan poin untuk direbut. Mungkin dengan lebih banyak keberuntungan kami bisa lolos, ujar Conte dilansir inter.it, Rabu.

Inter memang kembali dijauhi dewi fortuna ketika melawat ke Madrid. Sempat tertinggal 0-2 di babak pertama lewat gol Karim Benzema dan Sergio Ramos, Inter mampu bangkit setelah Lautaro Martinez dan Ivan Perisic menyamakan kedudukan. Inter bahkan hampir saja menambah gol andai peluang Lautaro tak membentur tiang. Tembakan Perisic di akhir laga juga hanya melenceng tipis. Bukannya gol yang datang, Inter justru kebobolan lagi setelah Rodrygo menjebol gawang Samir Handanovic di menit ke-80. Gol itu mengunci kemenangan perdana Madrid di fase grup. Conte mengakui detail menjadi pembeda di laga tersebut. Dua gol mereka pun hadiah dari kami. Sebuah backpass keliru [dari Achraf Hakimi yang diserobot Benzema], kemudian Ramos [leluasa menyundul bola tanpa pengawalan].

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, mengaku puas karena anak asuhnya bisa lepas dari tekanan setelah tampil buruk di dua pekan awal fase grup.

“Setiap pertandingan Liga Champions pasti ada rasa tegang, karena ada lawan tangguh di depan Anda. Kami sempat menderita, tapi kami pantas menepuk pundak pemain kami karena pantas menang, ujar Zidane dilansir uefa.com.

 

 

Sumber : JIBI/Solopos