Sempurna di 4 Laga Awal, Milan Masih Tabu Bicara Scudetto

AS Milan - Instagram @acmilan
19 Oktober 2020 12:07 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, MILAN—AC Milan melanjutkan start manis di Serie-A musim ini seusai menumbangkan Inter Milan dengan skor 2-1 di Giuseppe Meazza, Minggu (18/10/2020) dini hari WIB. Bomber Milan, Zlatan Ibrahimovic, menjadi pembeda dengan dua gol yang dicetaknya di awal babak pertama. Kemenangan di Derby della Madonnina itu membuat Rossoneri mulai dibicarakan sebagai kandidat peraih scudetto musim ini.

Tambahan tiga angka atas Inter membuat Alexis Saelemaekers dkk. mantap di puncak klasemen dengan 12 poin. Mereka menjadi satu-satunya tim yang masih menjaga poin sempurna dari empat laga, menyusul kekalahan 1-4 Atalanta dari Napoli di pekan yang sama. Kemenangan atas Nerazzurri juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan di semua ajang (24 laga).

Performa moncer tersebut membuat Stefano Pioli optimistis anak asuhnya mampu berbuat lebih musim ini. Namun demikian, pelatih AC Milan itu mengaku trofi scudetto masih sulit diraih karena tim tak cukup berinvestasi pada musim panas ini. “Saya seorang yang suka berpikir positif dan juga seorang optimistis. Namun jika ingin menjadi penantang scudetto, kami harus meningkatkan skuat. Ada tiga atau empat klub yang berinvestasi lebih besar dari kami, dan mereka berada di level yang lebih tinggi,” ujar Pioli merendah, dilansir Football Italia, Minggu.

Saat menaklukkan Inter, Milan memang cenderung bergantung pada sosok Ibrahimovic. Dua golnya di awal babak pertama membuat Nicolo Barella dkk. kesulitan mengejar ketertinggalan. Ibra mampu mengeksploitasi pertahanan Inter yang rapuh menyusul absennya Alessandro Bastoni dan Milan Skriniar. Penunjukan Aleksandar Kolarov menjadi stoper dadakan dalam formasi 3-4-1-2 terbukti menjadi blunder Antonio Conte.

Eks pemain AS Roma itu berkontribusi pada dua gol Rossoneri. Gol pertama Milan di menit ke-13 bermula dari pelanggaran Kolarov di kotak penalti pada Ibra. Penalti memang sempat ditepis Samir Handanovic. Namun bola liar langsung disambar Ibra menjadi gol. Tiga menit berselang Kolarov tak cukup baik menjaga Ibra di tiang jauh sehingga membuat sang striker dengan mudah meneruskan umpan tarik Rafael Leao. Meski banyak bikin peluang, Inter hanya mampu memperkecil kekalahan via Romelu Lukaku.

 

Sumber : JIBI/Solopos