Dua Pemain Akademi PS Sleman Resmi Berseragam Timnas U-16

Fahmi (kiri), Raka (tengah) dan Iput (kanan)/Ist
16 Oktober 2020 18:17 WIB Hey Setiawan (ST18) Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seusai melakoni seleksi di Jakarta pada September 2020 lalu, dua pemain Akademi PS Sleman, yakni Raka Octa Bernanda (penjaga gawang) dan Fahmi Alvin Setiawan (bek kanan) resmi terpilih menjadi punggawa Timnas Indonesia U-16. Mereka berdua dijadwalkan akan berangkat ke Dubai, Uni Emirat Arab untuk melakoni laga persahabatan internasional.

Raka dan Fahmi adalah dua dari tiga pemain muda PS Sleman yang mengikuti seleksi di Jakarta pada tengah September 2020 lalu. Satunya adalah Iput Nurhasan (stopper) yang sayangnya belum lolos seleksi.

Kepala Development Center PT. Putra Sleman Sembada [PSS], Guntur Cahyo Utomo mengatakan capaian kedua pemain muda itu menggembirakan. Tidak mengherankan, sebab untuk menjadi seorang pemain berkualitas, katanya perlu melewati proses yang tak mudah.

“Berhasilnya Raka dan Fahmi mengikuti jejak Saddam Gaffar membuktikan bahwa pembinaan pemain tidak bisa dilakukan secara instan. Bibit-bibit pemain usia muda harus dicermati, diberikan jalan untuk bisa lebih berkembang, dan salah satunya melalui Akademi PSS,” kata Guntur, Kamis, (15/10/2020).

Bagi PS Sleman, program pembinaan pemain muda tak sekadar pemenuhan kewajiban. Pembinaan pemain muda adalah cita-cita. Anak-anak muda mendapat kesempatan berlatih di akademi. Jika memang berkualitas, bukan tak mungkin mereka dapat melenggang ke kompetisi profesional.

Bukan hanya soal cita-cita, program pembinaan pemain muda juga menjanjikan peluang bisnis yang menggiurkan. Saat sebuah tim mampu melego bibit muda berkualitas, di saat itulah aliran keuntungan mengucur deras. Hanya saja, itu tak mudah. Butuh dana yang tak sedikit untuk membangun akademi profesional.

“Ini jalan yang panjang, tapi keberhasilan para pemain Akademi PSS menembus tim nasional menjadi kabar gembira bagi kita. Ini menunjukkan keseriusan PSS. Tak sekedar memenuhi kewajiban pembinaan usia muda di EPA Liga 1. Kita ingin mengembangkan anak-anak ke level senior,” kata Guntur.

Soal pembinaan pemain muda, tambah Guntur merupakan kolaborasi antara klub dan pihak timnas. Kesempatan main yang diberikan oleh timnas kepada pemain muda menunjukkan bahwa klub tak bekerja sendirian. Klub-klub merupakan mitra Timnas dalam menyiapkan talenta yang akan diturunkan di ajang internasional.