Jika Liga 1 Tak Jalan, Pemain PSS Sleman Ini Pilih Bantu Orang Tua di Sawah

Pertandingan antara PSS Sleman menghadapi PSM di kompetisi Liga 1 2019 - Harian Jogja/Jumali
04 Oktober 2020 18:37 WIB Hey Setiawan (ST18) Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Belum ada kabar terbaru terkait nasib kompetisi Liga 1. PSSI dan PT. Liga Indonesia Baru [LIB] masih memberlakukan penundaan kompetisi selama satu bulan ke depan.

Kekhawatiran pun kemudian muncul di dalam benak pemain. Gelandang muda PS Sleman, Efdal Prastiyo mengatakan bahwa ia pilih bantu orang tua di sawah jika Liga 1 musim ini benar-benar tak dapat dilaksanakan.

“Paling ya latihan mandiri sama bantu-bantu orang tua. Kebetulan orang tua ada sawah. Paling ya cuma itu,” kata Efdal, usai latihan rutin, Jum’at (2/10/2020).

Namun demikian, Efdal berharap kompetisi tetap dapat dilanjutkan di tengah pandemi. Soal membantu orang tua di sawah, baginya adalah opsi jika kemungkinan paling buruk terjadi.

BACA JUGA: Mobil TNI Dipakai Warga Sipil Beli Nasi Padang, Puspomad Panggil Purnawirawan

Kelanjutan kompetisi, katanya diinginkan oleh hampir semua pemain Liga 1. Para pemain muda punya ajang untuk unjuk kemampuan bahwa dirinya berhak mengisi skuat utama.

“Banyak pemain yang menginginkan Liga 1 diputar. Semoga juga saya masuk line up,” katanya.

Kendati kompetisi kembali ditunda, PS Sleman memutuskan bahwa operasional tim tetap berjalan seperti biasa. Efdal dan rekan-rekan setimnya tetap menjalani latihan agar tetap siap saat kompetisi benar-benar dimulai.

“Para pemain tetap berlatih, dan karyawan tetap bekerja seperti biasanya,” kata Direktur PT. Putra Sleman Sembada [PSS], Marco Paulo Garcia.

Marco mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan internal tim dan juga stakeholder. Termasuk mencari jalan keluar terbaik ihwal masalah penundaan kompetisi.